PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ). ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah lingkungan. Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization. Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India . Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.
Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:
” Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat olehasisten saya kemarin. Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun “
———— ——— ——— ——— ——— ———
——— ——— ——
*Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan, tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran dunia.
*(Copyright from: Moe Joe Free)
Add comment November 21, 2009
Catatan Sahabat Season November
Catatatan Sahabat
5 September 2009
Cartil, 23.07
Kamu kemarin terjatuh
aku bantu kamu untuk berdiri
sekarang ku terjatuh
kamu bantu aku tuk berdiri
pernah kamu berkata
atap rumahmu itu langit
aku hanya bisa menjawab dengan senyumku
kamu sahabat terbaik yang kumiliki
kamu terhebat dalam hidupku
untuk bisa rubahku
kamu, kamu jangan pergi!
Untuk melepas semua senyum dan kisah ini
(ryan)
Cartil, 23.45
malam ini aku belajar,persahabatan ternyata tidak diukur dari
seberapa lama kita berteman
seberapa sering kita terjatuh, dan
seberapa banyak suka cita yang terjadi
tapi memaknai arti persahabat
tak sekedar diucapkan ataupun
tertutur dalam perbuatan yang palsu
malam ini aku belajar
betapa Tuhan maha adil dan penih kasih
jangan pernah pesimis menjalani hidup
karena sahabat ada di sampingmu
untuk tersenyum dan berkata
’semua akan lebih mudah akarena bersamanya’
27 September 2009
DASAR WONG ASU!!!
Pilihan semua datang disaat yang tidak tepat!
Rasa gembira orang pun datang di saat yang tidak tepat!
Yang terasa hanya perasaan yang semakin sakit!
Karena semua keadaan memaksa untuk bisa lebih kuat!
Walaupun sebenarnya rapuh.
Mencoba untuk tetap ketawa, gembira, bahagia membuatku tampak menjadi orang bodoh! Hanya topeng belaka! Berharap orang mengerti melah tertanggapi bagai orang mati!
Semua begitu cepat teralami
Dasar wong Asu!
Sampai kapan ini semua akan terjadi?
Berharap usai tapi tak kunjung ternanti.
14.34
Andai aku bisa meneropong apa yang akan terjadi besok. Pasti akan kupersiapkan untuk lebih sempurna. Buruk baiknya keadaan yang terjadi akan kupersiapkan untuk bisa menerimanya dengan ikhlas.
28 September 2009
kamar ryan -14.50
Alhamdullilah semua berjalan seperti yang saya mau, tapi masih bingung, khawatir, takut, cemas. Intinya semua perasaan saya lagi complicated alias rumit. Hal dinanti untuk bisa kuliah di Itenas akhirnya bisa terwujud, usaha sudah maksimal, tapi nasih banyak masalah yang akan ku lewati didepan sana. Rasa syukur ini terus dan terus kupanjatkan. Terlepas dari semuanya, tentu saya sangat berterima kasih sama sang Sobat, yang selalu support saya ketika dalam kondisi apapun. Pokonamah u’re my bestfren.
kamar ryan – 21.34
Kemarin saya pesimis, tapi bisa terlewati dan kembali optimis
Kemarin saya terjatuh, tapi kembali terbangun
kemarin saya kecewa, tapi kembali bersuka
kemarin saya gembira, tertawa dan bersuka cita
tapi,
tapi!
Tidak ada tapi!
Karena semua yang kualami betapa tidak ada penyesalan!
Karena sahabat selalu berjalan di setiap langkah ini.
Thk sobat!
Pencapaian yang ditunggu terwujud sudah!!
walau ku yakin masalah di depan masih banyak.
Plis sobat! Jangan pergi! Karena ku yakin untuk tidak akan pergi!
13 oktober 2009 (09.45)
Saat masalah begitu berat menghadang diri ini. Aku memag terjatuh dan meratapi penuh kesedihan. Semangat untuk bangkit terasa sudah mati dan terkubur. Saat ini aku hanya terdiam dengan hari-hari penuh kekosongan dan kekecewaan. Bahkan disaat masa-masa sulit itu. Aku bisa melihat di mana teman sejati itu. Ya!!! semangat hidupku kembali! Semua karena orang-orang di sekitarku yang selalu support, yang sebenarnya aku telah luput dan nyaris lupa mempunyai orang-orang yang peduli dengan hidupku. Karena semua pikiran dan tenaga telah habis dengan sikap mempersulitku dalam menjalani hidup. Thk buat sehabat, keluarga dan semua orang yang telah mengasihiku. Sesungguhnya anugerah terindah yang tuhan beri adalah kehadiran kalian semua.
Tertulis 22 Oktober 2009
Tak ada habisnya kawan memberiku semuanya
tak ada rasa takut kawan membelaku
semua ini demiku, bahagiaku, cintaku, hisupku
dan juga matiku
memperjuangkan cinta yang melawan darah
mengiyakan darahnya bercampur denganku
sekuatku pertahankan hati, namun akhirnya ku mati juga
dan ku berlumur darah,
saatnya ada di depanku
dan ku mati dihadapannya, mati tinggalkan semua
mati karena darahnya…
tak ada habisnya kawan memberiku semua
-ryan-
senyummu palsu
senangmu tipu
dan bahagiamu dusta
yang saat ini kau berikan dihadapannku
lirihmu tak berkata
perihmu tak berujung
dan sakitmu selalu merubah suasana
entah seperti apa ku harus mengertimu
bila kamu hanya diam dan tak berkata
memberikan semua kebahagiaan padaku
di balik semua kesakitan yang kurasa
kan ku coba pahami
-ryan-
26 Oktober 2009 (00.42)
Sahabat, hari ini aku bisa tersenyum lega. Karena sikap yang telah kamu ambil hari ini. Kamu berani mengambil resiko dan bersikap tidak sebagai pecundang. Entahlah, rasa sakitmu, kecewa dan harapmu begitu terasa bisa kupahami. Sahabat, aku harap kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau. Walau terkadang kehidupan yang kamu jalani begitu sangat sempurna dengan hadirnya orang-orang yang benar-benar menynyangimu. Teman, pacar, sahabat, dan keluarga. Kesempurnaan bagiku melihat sahabat disampingnya bahagia, meski tanpa keluarga. Tapi, kamulah keluarga yang ada di saat hari-hari ku.
1 comment November 7, 2009
Sepatu trendy, gaul, anak muda bangett!!!
Bagi yang berminat buat sepatunya dilukis atau pengen sepatu yang designnya sesuai dengan keinginan bisa hubungi saya di 085222562355 / 022-91528815. Masalah harga TERJANGKAU…!!!
2 comments Oktober 10, 2009
Resensi Bodyguard Bawel
Judul : Bodyguard Bawel
Penulis : Triani Retno A
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 184 halaman
Cetakan : April 2009
Novel Bodyguard Bawel merupakan obat alternatif buat kalian yag sudah lupa bagaimana caranya ketawa ngakak kayak mbah Surip (huaha.. ha.. ha). Novel berdurasi 3 jam ini (tergantung lamanya kamu baca sih, hehe lagian sejak kapan novel ada durasinya-lebai ah) adalah benar-benar novel konyol yang dikemas sedemikian bawel tapi berbobot. Nah, bagi kalian yang sedikit males baca novel karena rada lemot untuk mendeskripsikan isi ceritanya. Kagak usah khawatir kalau membaca novel ini. Karena novel ini dilengkapi dengan fitur-fitur yang mudah dimengerti bagi pembacanya (cie iela.. tambah lebai gue, udah kayak handphone aja nih novel). Hal itu terlihat dari penguraian cerita-cerita dan penggambaran yang jelas dari tokoh, latar, seting, tempo dan konflik yang dikemas dalam gaya bahasa yang ringan alias mudah dimengerti, gaul dan yang pasti anak muda banget.
Novel yang menceritakan tentang kisah persahabatan, pertemanan dan percintaan dimunculkan dalam beberapa tokoh dengan karakter yang berbeda. Tokoh utama adalah Lea Nandhika atau Lea atau Lemot atau Lele-nama guyonan yang didapat dari teman-temannya.
Lea, siswi kelas XI SMA Pelita Jakarta termasuk cewek bawel pemegang sabuk hitam karate ini, memang lebih banyak berteman dengan cowok. Berteman dan bergaul dengan cewek baginya terlalu ribet, terlalu banyak ngerumpi, gosip dan sirik-sirikan. Walaupun begitu Lea sangat baik hati dan setia kawan sama teman-temannya. Kayak masalah Yola -teman sebangkunya- yang kebingungan mencari Adit -ketua panitia lomba lukis di sekolahnya- yang menghilang begitu saja. Padahal lomba lukis antar SD akan dilaksanakan dekat-dekat ini. Yugi sahabat sekaligus teman karatenya Lea juga ikut bantu Yola cari Adit. Nggak tanggung-tanggung pencarian Adit dilakukan sampai ke rumah sakit. Konon katanya Adit punya hobi aneh, suka nongkrong cari inspirasi atau hanya sekedar nenangin jiwa di beberapa rumah sakit di jakarta. Emang aneh bin GJ (gak Jelas) kalo ngomongin tentang Adit. Hahaha cuma di novel ini kamu bisa menemukan salah satu karekter bernama Adit yang punya hobi mangkal nggak jelas di rumah sakit, kayak nggak ada tempat lain aja.
Nah, kegejean Adit itulah yang membuat Lea penasaran untuk cari tau lebih banyak tentang Adit dengan searching di Paman Google (lu pikir paman Gober apa?? hehe). Rasa penasaran tampaknya nggak melanda Lea ke Adit aja, tapi sebaliknya Adit juga nampaknya penasaran juga dengan seonggok makhluk super bawel bernama Lea. Buktinya Adit yang jarang dekat sama cewek di sekolahnya tiba-tiba ngirim sms ke Lea, bahkan beberapa kali nelpon ke HP nya pula. Menelpon ke HP Lea itu artinya udah keharusan bagi para penelponnya buat mendengarkan nada sambung pribadi (NSP) Kucing Garong yang Lea aktifkan. Ckckckc
Rasa penasaran Lea sama Adit ternyata nggak semeleduk penasaran Lea ke Gilang -cowok yang ditemui saat Lea berhasil ngegebukin copet saat jalan-jalan di sebuah mall. Ternyata love at the first sight itu benar-benar Lea alamin, yang lebih ajip lagi, Lea gadis tomboi binti syndrombawelgakjelas mulai falling in love sama Gilang. Tampaknya Gilang udah berubah jadi kucing garong yang telah menggarongi hati Lea. Hahaha. Gilang yang masih jomblo -menurut info yang didapat dari Kenni– pacar Yugi- membuat Lea nggak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bisa jadi pacar Gilang, secara Gilang kan High Quality. Lea pun bela-belain buka paririmbon tentang 25 kiat-kiat mendapatkan pacar idaman buat mendapatkan Gilang-pengeran hatinya. Asyik juga nih novel, punya tips-tips buat menggaet pasangan. Hahaha
Yugi yang sama bawelnya dengan Lea memang tahu persis tentang semua yang terjadi sama Lea. Termasuk cinta dalam hati Lea dengan Adit dan Gilang. Bahkan saat Lea dalam keadaan terpuruk Yugi selalu ada di samping Lea. Tidak jarang teman-teman di sekitar Lea, bahkan Tante Witri – Tantenya Lea- berpikiran kalo meraka pacaran.
Wah semakin complicated nih. Apa iya, Lea yang cerewet, bawel, galak dan ngejar copet bakal pensiun dari status jomblonya? Kalo iya, dengan siapa Lea mengakhiri jomblonya itu??? Adit, Gilang atau sahabatnya sendiri, Yugi???
Nah, dari pada penasaran nggak jelas, mendingan baca aja bukunya. Apalagi dibulan ramadhan sekarang ini cocok banget buat ngabuburit.
2 comments Agustus 29, 2009
Sepenggal kisah ku yang terselip dalam Majalah Tarbawi
(cerita ini saya tuturkan saat bertemu dengan Kak Purwanti, terus ditulis dalam Majalah Tarbawi, Bisa dibaca juga di Majalah Tarbawi Edisi Bulan Agustus 2009)
Masih Banyak yang Belum Mengerti Hak-hak Anak Indonesia
Saya anak keempat dari empat bersaudara. Sejak usia 1 bulan saya dititipkan kedua orang tua saya kepada uwak, kakak laki-laki dari ayah. Pada waktu itu mamah dan bapak bercerai, dan entah apa sebabnya saya dititipkan mereka kepada uwak hingga saya berusia 18 tahun. Semua kakak saya ikut bapak, sedangkan saya dititipkan ke uwak.Meskipun mamah dan Bapak masing-masing sudah menikah lagi, tapi saya tetap tinggal bersama dengan uwak. Alhamdulillah keluarga uwak begitu menyayangi saya, dan sudah menganggap saya seperti anak mereka sendiri. Bahkan di akta kelahiran pun, nama orang tua yang tercantum adalah nama uwak.
Uwak bekerja di industri sepatu di Cibaduyut. Sejak kelas 3 SD saya membantu uwak membuat, menyortir dan mengantarkan sepatu-sepatu pesanan. Kadang saya juga diajak ke daerah seberang seperti Sumatera dan Lampung. Waktu itu saya baru lulus SD. Setelah 3 bulan di Sematera dan Lampung, saya dibawa ke Subang, tempat Uwa dari pihak mamah. Disana saya membantu uwa berjualan bubur, mendorong gerobak dan melayani pembeli. Kadang saya harus mendorong gerobak sejauh 1 km. Setiap hari, mulai pukul 4 pagi saya menyiapkan keperluan berdagang, jam 5 pagi saya sudah harus berangkat ke pasar bersama uwa dan pulang jam 11 siang. Setelah itu jam 1 siang, saya membantu suami uwak untuk menjadi kondektur angkot. Kadang-kadang karena malu, saya hanya diam duduk di kursi penumpang dan tidak meminta bayaran. Akhirnya saya dimarahi. (tertawa).
Selama 6 bulan berada di Subang, saya kembali lagi ke Bandung. Disini saya kembali membantu uwak membuat sepatu. Di Cibaduyut memang dikenal sebagai salah satu sentra produksi sepatu dan sandal terbesar di Indonesia. Kadangkala hasil produksi sudah merambah ke luar negeri. Tapi sayangnya ada banyak yang menggunakan anak-anak sebagai tenaga kerja mereka, salah satunya saya pada waktu itu. Mereka (para pengusaha yang menggunakan anak-anak sebagai tenaga kerja) bisa memberikan upah murah kepada anak-anak. Padahal jam kerja anak-anak sama dengan jam kerja orang dewasa, dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Tidak ada waktu bagi mereka untuk bermain atau belajar layaknya anak-anak yang lain. Itu juga yang saya alami, bekerja dan bekerja selama lebih dari 14 jam sehari. Upah yang diterima pun tergolong minim, yakni Rp 15.000/ hari.
Sehingga pada tahun 2002, International Labour Organization (ILO) bekerja sama dengan sidikara membentuk satu yayasan untuk menampung dan memberikan sosialisasi mengenai hak-hak anak, salah satunya adalah hak bermain. Isunya waktu itu, ada banyak sekali pekerja anak di cibaduyut, dan dengan dibentuknya sanggar yang diberi nama Sidikara ini mengajak para pekerja anak untuk terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan sanggar. Termasuk saya yang waktu itu baru lulus SD dan memiliki keinginan yang kuat untuk melanjutkan sekolah ke SMP. Di sanggar juga sering dibahas tentang undang-undang perlindungan anak, diterangkan point per point oleh salah satu fasilitator Sidikara. Dengan dibahasnya masalah itu, saya dan teman-teman jadi tahu kalau ternayta anak-anakjuga punya undang-undang. Anak-anak juga sudah mulai kritis dan muali banyak bertanya, terutama tentang pasal 48 tentang pendidikan. Di dalam undang-undang itu disebutkan bahwa pendidikan bisa dinikmati secara gratis, tapi nyatanya begini. Belum lagi tentang hak anak tidak boleh didiskriminasi, dieksploitasi serta memiliki hak untuk berpartisipasi, untuk hidup, untuk tumbuh kembang, dan hak untuk berpartisipasi. Sadar atau tidak, mereka itu sebenarnya sudah dieksploitas baik oleh orang tuanya atau oleh orang lain.
Di dalam sanggar itu ada berbagai macam kegiatan dan ketrampilan yang dilakukan. Seperti membuat prakarya dari kertas daur ulang dan membuat disain sepatu. Selain itu kita juga sharing mengenai permasalahan yang dihadapi oleh para pekerja anak. Sebagian bersar dari mereka memang anak-anak putus sekolah, dan seusia saya pada waktu itu, 11 tahun. Saya juga pernah mengikuti pelatihan komputer dari Microsoft yang diadakan selama dua minggu. Dari pelatihan ini saya dapat mengajari teman- teman saya untuk menggunakan komputer.
Kalau didata, ada sekitar 1.132 bengkel yang ada di empat desa yakni di desa cangkuangkuang, cangkuang wetam, sukamenak, dan cibaduyut. Kalau masing-masing bengkel ada 2 orang pekerja anak, asumsinya ada sekitar 2.264 pekerja anak. Belum lagi home industri yang jumlahnya juga tidak sedikit.
Saya sempat merengek dan menangis minta kepada uwak saya untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SMP, tapi uwak marah- marah. Dia bilang kalau uwak sendiri tengah kesusahan untuk mencari makan, sehingga tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah. Yayasan Sidikara mendengar keinginan saya, mereka bilang ingin membant saya untuk melanjutkan sekolah dengan biaya yang mereka tanggung. Saya sangat senang mendengar hal itu. AKhirnya mereka mau membantu saya dengan syarat saya harus berprestasi dan aktif dalam kegiatan sanggar.
Kakak saya yang tinggal dengan Bapak juga datang membantu saya, dia memberikan uang untuk saya membeli formulir pendaftaran sekolah. Padahal waktu itu, dia masih sekolah. Mungkin itu adalah uang jajan yang dia tabung. Akhirnya saya beli formulir pendaftaran sekolah.
Sanggar Sidikara akhirmy bubar pada tahun 2005. Mereka menilai jika banyak peserta yang ikut kegatan sanggar, maka sepeninggal sanggar pasti tidak akan ada yang kembali lagi bekerja. Tapi persepsi mereka salah, justru sebagian besar dari mereka kembali bekerja. Meskipun pada umumnya mereka bekerja karena dipaksa orang tua mereka. Saya dan beberapa anak- anak lain menyayangkan jika sanggar harus ditutup, karena selama ini efektif memberikan informasi tentang hak-hak anak. Akhirnya, karena kami memang butuh sarana seperti ini kami mendirikan sanggar lagi. Tapi kali ini tidak bekerja sama dengan ILO ataupun yayasan Sidikara. Kami mendirikan sanggar sendiri yang berdiri di atas lahan kosong milik salah seorang volunteer yang bernama Kang Febi. Nama sanggar berubaha jadi Sanggar Muda Kreatif (Samuka). Kalau biasanya ketika masih ada sanggar Sidikara yang datang bisa ratusan anak, kini untuk mengumpulkan 20 orang anak saja kami sudah bersyukur. Tak hanya diam di tempat, kami pun bekerja sama dengan berbagai sekolah untuk memberikan penyuluhan mengenai hak-hak anak. Yang memberikan penyuluhan itu rata-rata pekerja anak dan mereka tidak sekolah, dan itu menjadi perhatian khusus bagi peserta penuluhan. .
Kegiatan Samuka sendiri juga tidak jauh berbeda dengan kegiatan Sanggar Sidikara sebelumnya. Hanya saja kami mencoba lebih variatif, seperti ada bengkel perkusi yang alat-alatnya dibuat dari barang-barang bekas. Kamis ering mendapatkan undangan untuk mengisi acara-acara dengan menggunakan perkusi buatan sendiri ini. Saya juga banyak beraktivitas di Forum Anak Daerah (FAD) Jawa Barat Sedangkan bagi yang pandai menggambar, kami sediakan alat-alatnya, dan gambarnya akan dijadikan pin kemudian dijual. Kami tidak bisa memberikan banyak kegiatan seperti komputer, karena fasilitas-fasilitas dari ILO sudah diambil semuanya. FAD juga bekerja sama dengan banyak pihak, seperti pada kegiatan 17 Agustusan kita membuat lomba-lomba di Lembaga Pemasyarakatan (LP) anak yang menampung anak-anak yang mengalami konflik hukum di sana. Alhamdulillah, dari FAD juga bisa menyekolahkan dua orang anak.
Pada waktu Yayasan Sidikara bubar, saya sempat kebingungan. Karena biaya sekolah saya selama ini di tanggung oleh yayasan, sedangkan uang ujian waktu itu belum terbayar. Akhirnya saya berinisiatif berbicara keapda teman-teman kalau saya tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak ada biaya. Waktu itu teman-teman ada yang patungan memberikan uangnya kepada saya tapi sebenarnya bukan itu tujuan saya berbicara kepada mereka. Sampai saya mengajak mereka untuk menemani saya berbicara kepada kepala sekolah. Saya membawa bukti-bukti tulisan yang pernah saya buat, juga prestasi yang pernah saya dapatkan. Awalnya kepala sekolah hanya bilang kalau saya tidak perlu memikirkan uang ujian, biar itu urusan orangtua saja. Tapi saya ceritakan kondisi keluarga saya seperti apa. Alhamdulillah, kepala sekolah mengabulkan keinginan saya.
Setelah lulus SMP tahun 2006, keinginan saya untuk melanjutkan pendidikan sangat tinggi. Waktu itu saya memilih SMK, karena menurut saya pendidikan SMK lebih banyak kemampuan yang bisa saya dapati. Namun lagi-lagi tersandung masalah biaya, karena yayasan Sidikara yang membiayai sekolah saya waktu itu sudah tidak ada lagi. Tapi saya ingat waktu mendaftar SMP pertama kali hanya membeli formulir. Akhirnya saya beli formulir pendaftaran SMK, dan percaya bahwa Allah pasti akan membantu saya.
Jarak antara sekolah dengan rumah saya cukup jauh. Setiap hari sekitar jam 5 pagi saya sudah harus ebrada di terminal Leuwipanjang untuk menunggu bus Damri. Karena setiap hari bus Damri penuh sesak oleh penumpang, jika tidak berankat lebih awal bisa-bisa saya selalu terlambat sampai di sekolah. Setiap hari saya hanya punya ongkos untuk berangkat saja, jadi pulangnya saya selalu jalan kaki. Keluar sekolah jam 3 sore, sampai di rumah bisa sampai maghrib. Jadi saya tidak bisa membantu uwak untuk mengerjakan pekerjaannya, karena memang sebagian besar waktu saya berada di sekolah dan sanggar.
Pada tahun itu juga saya bertemu dengan Lembaga Perlindungan Anak Jawa Barat serta bergabung dalam Forum Anak Daerah Jawa Barat yang setiap tahunnya mengadakan forum anak, jadi setiap daerah di Jawa Barat mengirimkan perwakilannya. Dalam pertemuan forum anak tersebut, biasanya akan ada perumusan dan rekomendasi sekaligus sharing tentang pengalaman anka-anak daerah. Saya termasuk salah satunya yang mewakili Cibaduyut dengan menceritakan kondisi pekerja anak di sana. Waktu itu terpilih 10 orang anak untuk mewakili forum anak di tingkat Nasinal. Kita bawa permasalahan yang sudah dirumuskan tadi ke tingkat Nasional. Salah satu makalah yang saya buat adalah rekomendasi mengenai adanya kementrian anak, tapi kemudian hal ini buru- buru di hapus karena menurut petugas yang mengoreksi makalah saya adanya menteri anak menurutnya belum menjadi prioritas dan itu adalah tugas meneteri pemberdayaan perempuan.
Pada tahun 2007, ada acara tahunan pemilihan pemimpin muda yang diadakan kementrian pemberdayaan perempuan bekerjasama dengan Unicef. Waktu itu form dibagikan ke berbagai lembaga serta mengirimkan hasil karya disertai dengan dokumentasi serta curricullumn vitae (CV). Dari sana saya direkomendasikan oleh Yayasan Sidikara untuk menjadi wakil pada acara itu. Alhamdulillah saya masuk 10 besar. Dari 10 besar, disaring lagi menjadi 3 besar, dan saya bersyukur bisa menjadi salah satu diantaranya. Tropi penghargaan diberikan langsung dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya sangat mengidolakan Nabi Muhammad saw. Saya mengidolakan beliau, bukan karena saya ikut-ikutan menhidolakan sosoknya yang istimewa. Saya mengaguminya selain karena dia seorang nabi, dia juga sosok pemimpin yang patut djadikan tauladan bagi semua orang. Waktu itu saya cari berbagai macam referensi mengenai tokoh-tokoh dunia dan tokoh yang paling berpengaruh sepanjang masa. Nomor satu ditempati oleh Rasulullah saw. Memang terbukti, kalau Rasulullah memiliki kepemimpinan yang kuat dan kharisma yang melekat serta dapat mempengaruhi seluruh masyarakat dunia. 
Setelah mengikuti pemilihan pemimpin muda, ada banyak sekali media yang mengekspos. Kepada salah satu media, saya bercerita kalau raport saya ditahan karena tidak bisa membayar uang ujian. Ketika akhirnya naik cetak, wali kelas saya membaca tulisan wartawan itu. Dia sempat memarahi saya, katanya saya tidak boleh berbicara seperti itu karena khawatir citra sekolah jadi tercemar. Padahal saya mencoba apa adanya. Dan dia berpesan kalau nanti kepala sekolah bertanya, saya harus menjawab kalau yang ada di koran adalah bahasa wartawan. Tapi Alhamdulillah, kepala sekolah tidak memanggil saya. Mungkin ini juga berkaitan dengan apa yang dikatakan oleh ketua Dinas Pendidikan Bandung pada waktu itu, dia mengatakan kalau masih ada kepala sekolah yang mengambil pungutan liar maka akan dimutasi.
Saya juga mendapat penghargaan sebagai pemimpin muda dari Walikota dan Gubernur Bandung. Bahkan Sekretaris Daerah kota Bandung berniat membiayai sekolah saya sampai selesai karena prestasi yang saya miliki. Tapi karena lupa, harus saya terus yang memfollow up janjinya. Akhirnya dari Sekda menghubungi pihak sekolah dan meminta sekolah untuk membebaskan biaya untuk saya karena prestasi saya. Pihak sekolah menjawab, kalau selama ini memang ada kebijakan tertentu bagi mereka yang berprestasi. Padahal dari awal saya masuk sekolah, saya sudah menunjukkan surat keterangan tidak mampu dan menunjukkan bukti-bukti prestasi yang saya miliki untuk keringanan biaya tapi raport saya ditahan karena belum melunasi uang ujian. Tapi, Alhamdulillah saya dibebaskan dari biaya sekolah. Disini saya yakin, kalau Allah memang membantu saya selama ini.
Kini selepas SMK, saya mendapatkan beasiswa S1 di Institut Teknologi Nasional (ITENAS) dari Ibu Netty (istrinya H. Ahmad Heriyawan – Gubernur Jawa Barat). Meski respon dari pengajuan beasiswa yang saya kirimkan awal juni 2009 baru ditanggapi pada tanggal 30 Juli 2009. Terlepas dari itu, saya akan selalu berupaya untuk memberi yang terbaik bagi keluarga, nusa bangsa dan agama. Dan inti dari semua itu saya mengambil pelajaran, bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita berusaha, tawakal dan tetap pasrah kepada Allah swt.

Lomba Nge-Blog : Nothing Impossible
Oya, hanya sekedar ngasih info, kalo blog saya diikutkan dlm kontes Nge-Blog. Info kontesnya tentang apa. bisa dibaca di bawah ini :
sebuah kontes (lomba) ngeblog dibuka lagi. Kali ini yang punya gawe adalah Dindasmart [dot] Com bekerja sama dengan Mas Purba admin AdaBisnis.Com. Lomba Nge-blog yang bertajuk Nothing Impossible (Tak Ada Yang Tak Mungkin) ini sudah diluncurkan secara terbuka dan bisa diikuti oleh Masyarakat Blogger Sekitar di seluruh Indonesia.
Adapun ketentuan lomba adalah sebagai berikut:
1. Peserta menuliskan artikel bebas bertema Nothing Impossible / Tak Ada yang Tak Mungkin (temanya loh, bukan judulnya. Tema boleh jadi judul kok!) di blog.
2. Peserta juga menuliskan info tentang lomba ini di blog. (boleh disatuin, bloeh dipisah dengan tulisan pokok.)
3. Peserta kemudian mendaftarkan dirinya via e-mail ke kontes[at]dindasmart.com dengan subjek : Blog Contest Nothing Impossible formatnya :
Nama :
E-Mail :
Alamat Rumah :
No.Telp/HP :
Alamat Blog :
Alamat Artikel :
Batas akhir pensubmittan artikel hingga tanggal 10 September 2009 dan pemenang akan diumumkan tanggal 15 September di Blognya yang punya gawe.
Yang perlu diperhatikan, bahwa yang punya gawe tidak akan serampangan atawa ngawur dalam memberikan penilaian terhadap peserta/kontestan. Adapun pedoman penilaiannya adalah sebagai berikut:
1. Konten / Bagusnya Artikel
2. Gambar (artikel tersebut diselingi gambar ya biar lebih menarik. Ini nilai plus loh!)
3. Update : Jumlah komentar (semakin banyak komentar, menambah poin)
Ini bukanlah kontes SEO. Jadi, semua blogger baik blogger pemula ataupun para Master SEO, berkesempatan sama untuk memenangkan lomba ini.
Kalau ada lomba, maka wajib adanya suatu pencerah berupa hadiah. Hadiah yang akan diberikan bagi pemenang adalah sebagai berikut:
* Pemenang 1 : Domain .Com + hosting 300 MB + Rp 100.000,00
* Pemenang 2 : Domain .Com + hosting 300 MB + Rp 50.000,00
* Pemenang 3 – 5 : Domain .Com + hosting 300 MB
* Pemenang 6 – 7 : Domain .Com+ hosting 200 MB
* Pemenang 8 – 10 : Domain .Web.id + hosting 200 MB
* Pemenang 11 – 15 : Domain .Web.id + hosting 100 MB
* Pemenang 16 – 20 : Domain .Info
* Pemenang 21 – 25 : Pulsa @ Rp 10.000,00
* Untuk pemenang 1 – 20 : Gratis keanggotaan di http://scriptmurah.fibsite.com
(Jumlah pemenang dan hadiah akan kami update apabila ada tambahan sponsor)
Demikian pengumuman mengenai lomba tersebut, apabila diantara teman-teman ada yang tertarik dan mau berpartisipasi, dipersilahkan langsung datang ke blognya yang punya gawe.
awah ini:
Add comment Agustus 9, 2009
Catatan Sahabat Season 3
Owhkehh… semuanya akan saya ceritakan di sini tentang kasih dan cinta di kemas dalam persahabatan yang ketemui dan lakukan kemarin.Sabtu, 20 Juni 2009 Merupakan pengalaman keempat kalinya saya ke Lembaga Permasyarakatan Kebonwaru di Jalan Jakarta- Bandung. Kali ini saya tidak menyia-yiakan kesempatan yang ditawarkan Teh Lista (Lembaga Perlindungan Anak Jabar) untuk bisa sharing kegiatan dengan anak-anak yang terpaksa harus tinggal di penjara/rutan karena masalah-masalah tertentu. Berbicara tentang hal yang berbau Penjara/tahanan/narapidana awalnya sangat sensintif bagi saya. Permasalahan keluarga pada tahun 2003 (sorry ga saya ceritakan permasalahannya apa, tapi ada kaitannya dengan hal-hal yang bersifat konflik hukum). Namun kesensitifan itu malah membuatku semakin lebih peka untuk bisa lebih positif thinking. Di Rutan Kebonwaru saya mengisi kegiatan dengan berbagai ice breaker/games dengan anak-anak rutan, nyanyi-nyanyi, menggambar dan kegiatan lainnya yang bersifat edukatif. Saya mengajak pula teman-teman alias kurawa-kurawa yang di Forum Anak Daerah Jawa Barat untuk ikut kegiatan di Rutan Kebonwaru. Seperti Ryan, Angga dan Widi. Kegiatan sharing dengan anak-anak di Rutan mungkin ini pertama kalinya buat Rian dan Angga. Awalnya emang terasa aneh dan sangat menyeramkan situasi rutan, apalagi ketika masuk semua barang-barang yang kita bawa di periksa secara ketat. Bahkan untuk beberapa anak laki-laki tangan kita juga distempel kayak masuk Dufan. (wakakakw). Tujuannya biar tidak ke tukar dengan para penghuni rutan. Ehmmm, ending kegiatan di sana kita isi dengan makan-makan, wah ini mungkin hal pertama kali juga, karena jarang sekali kita ngadain makan-makan dengan anak-anak yang di rutan. Kebetulan aja ada dermawan yang mau berbagi rezekinya dengan membelikan makanan buat anak-anak di sana. Nah, rencananya Sabtu (27 Juni 2009) kita juga akan melakukan kegiatan lagi dengan anak-anak di rutan.
Sepulang dari sana saya nyimpang dulu ke rumah Rian, yang kebetulan rumahnya tepat di depan LP Kabonwaru. Tapi jam 13.00 langsung balik ke rumah. Jam 16.00 saya main ke daerah Cijerah, kebetulan saya janjian dengan teman saya, Achi. Dulu kita sempat jadian namun ngga begitu lama. Achi mengajak saya makan di rumahnya di daerah Komplek Bumi Asri. Wah, berhubung engga ada kegiatan saya langsung aza terima tawaran makan di rumahnya. Engga hanya makan, sekali-kali kita cerita tentang banyak hal. 3 bulan tidak ketemu begitu banyak hal yang baru yang kita sharing kan.Magrib c’ rian nge sms ngajak main ke daerah Setiabudi buat makan surabi. Awalnya bingung mo ikut or ga. Soalnya ga enak sama Achi. Tapi, semua bisa di atasi. Jam 19.20 saya kabuur dari rumah Achi, hehehe. Lumayan jauh dari Cijerah langsung ke daerah Braga nemuin c’ Rian, Angga, Ferdi dan …. mmm Riska. Tujuan pertama makan Surabi di Enhai – Setiabudi No 137 Bandung. Wah, asyik sih, nongkrong bareng, berajojing giela bareng anak-anak yang supper giela juga. Jam 11.00 balik dari Enhai kita langsung cabut ke Gasibu, tepatnya di depan Gedung sate. Ooops, tapi sempat photo-photo dulu di Fly Over Surapati.

Di depan Gedung Sate, Aksi segera dimulai, teman-teman pada bercap cus giling dalam sebuah games jujur or berani. Hahaha. Ngga hanya itu kita juga saling cerita tentang Jurigghh… dan cerita yang saya sampaikan ke teman-teman (Angga dan Rian) demi allah cerita tergarink yang pernah saya kemukakan. Wakakak Mmm… Semua berakhir sampe jam 01.20 pagi, saya terjebak dan terjerembab di rumah Rian. Tepar sudahlah saya di sana. Wkakakak
Senin, 22 Juni 2009. Kali ini saya dan teman-teman ngobrol-ngobrol bareng dengan orang-orang yang ada di Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bandung. Ada Teh Icha, Tira, Ulli, Anggi, Riki, Ikee, Angga, Rian, Riska dan Ferdi. Kita ngobrol-ngobrol seputar tentang kegiatan Forum Anak Kota Bandung (FOKAB), meskipun dari awal alurnya tidak begitu jelas sehigga sebagian teman-teman banyak yang kurang begitu paham tentang apa yang kita obrolkan. Sebenarnya pertemuan dengan KPAID kemarin lebih kepada silaturahmi aza. 2 jam kita di sana. Balik dari Kantor KPAID saya, Rian, Angga, Ferdi, Riska dan Risvan ga langsung cabut balik ke rumah masing-masing dan NGGA pada ngaharuleung. Tapi, terlintas aza ketika di jalan kepikiran buat hangout ke Lembang, ke rumahnya Mukti. Wah, good idea. Yang lebih asyik lagi banyak cerita-cerita bodor selama di rumahnya Mukti, terlepas selama perjalanan menuju rumah mukti banyak konflik antara saya dengan motor kweren saya. Hahaha, pengalaman fantastic tuhh ngedorong-dorong motor. View di sekitar rumah Mukti keren-keren, kita sempat abadikan melalaui photo-photo. Jam 18.15 saya mendapatkan kabar dari orang-orang di rumah melalui sms. HORE LULUS SAYA!!!!, pak pos datang ke rumah jam 4 mengantarkan surat kelulusan.
Subhanallah. Hehehe, Jam 19.00 kita semua pamit balik ke Bandung. Balik dari Lembang, ngga ada rencana jelas mo langsung kemana, awalnya mo langsung balik ke rumah, tapi kita malah cabut ke daerah Dago, tepatnya daerah Bukit Bintang (heuh,, eta-eta keneh…),,, Wahh,, subhanallah, lagi-lagi kita disuguhkan dengan view alam yang luar biasa indahnya. Dan sempat nongkrong buat makan dulu di salah satu tempat di sana. Jam 21.30 kita semua beneran balik ke rumah.
Kamis, 25 Juni 2009. Tadi malam saya dapat kabar dari statusnya Mukti di Facebook, kalo grand mom nya telah dipanggil oleh Allah SWT. Langsung saja saya kirim message ke Mukti sebagai empaty turut berduka atas musibah yang dialami dia dan keluarganya. Sore harinya saya dapat sms dari Rian kalo mereka berencana buat ngelayat ke rumahnya mukti di Lembang. Jam 17.00 Sumpah, saya udah siap-siap dengan setelan baju koko warna item untuk berangkat ngelayat ke rumahnya mukti, tetapi sesampai di rumah Rian, rencana ngelayat gatot abiss. Saya malah menemukan wajah madesu Rian, Ferdi, Riska dan Angga di teras rumah Rian. Kemadesuan mereka ditemani se onggok buah jambu aer. Sontak saya kaget dan sedikit kecewa. Tapi, mereka punya alasan jelas kenapa rencana ngelayat ke rumahnya mukti gatot. Tidak lama dari itu, berbagai ide aneh buat ngisi kelebayan kita di sore itu mulai bermunculan. Dari mulai rencana ke Garut daerah Cipanas sampai acara berkemah di rancaupas. Wakakak,, bodor abis, acara ngelayat berubah jadi acara adventure. Haghaghh… Namun ternyata acara yang terjadi justru bukan ke Cipanas ataupun berkemah. Tapi malah hangout ke Bandung Supermall (BSM). Kali ini ngga hanya Rian, Angga, Riska dan Ferdi saja yang ikut. Tapi Anggi adik perempuannya Rian juga diajak buat bergila-gilaan di malam hari. Jam 20.00 kita semua tiba di BSM dan langsung duduk di teras depan lantai atas BSM. Seperti biasa untuk mengisi kekosongan kita semua melakukan games JUJUR or BERANI, namun kali ini ga ada jujur-jujuran tapi semua harus BERANI. Berani malu melakukan hal-hal giela ketika kalah dalam games nya. Nah, bodornya semua bergiliran merasakan kekalahan dalam games itu. Ini dia hal gila yang mesti dilakukan ketika kalah dalam games itu.

Angga : Berphoto sendiri sambil berpose, walaupun banyak orang yang melihat. Apalagi itu malam-malam, kamera di HP nya juga dilengkapi dengan lampu, jadi jelas sekali dia berpoto garieng dengan lampu kamera yang menyorot ke muka Lebayynya.
Ferdi : Meminta orang yang lagi mesraan pacaran buat motoin kita… wkakakak tuhh anak emank kurang ajarr Mas.
Riean : Oooo,,, tuh anak kudu berteriak keras AKU CINTA MAMA di tengah situasi hening orang-orang yang lagi duduk-duduk di teras BSM
Anggi : Berjalan kayak model giela sebanyak 1 keliling di tengah orang-orang yang sedang duduk-duduk.
Saya : Nah, ini hal tergila yang pernah saya lakukan. Buasyettt bagian saya aja ide-idenya benar-benar bikin maluu… gimana ngga maluu, saya harus berjalan seperti tingkah monyet… Aduhh, sampai sekarang saya masih meninggalkan luka dan dendam dengan orang-orang yang telah mendholimi saya.
Acara mulai bete, tapi mencoba melepaskan kebeteannya, Jam 21.00 kita langsung cabut ke Cartil (Caringin Tilu, daerah bukit bintangnya kecamatan Cimenyan – Padasuka), sepanjang jalan saya mulai paranoid dengan kondisi jalan yang gelap gulita hanya diterangi oleh lampu motor yang saya kendarai. Semakin parno ketika tahu kalau nama jalan yang kita lewati memasuki kawasan kecamatan CIMENYAN, udah namanya nyeremin kita menyisiri jalan pada malam jumat pula. Tapi, Sumpah nyampe di lokasi, saya melihat pemandangan malam kota Bandung indah banget. Kita habiskan waktu malam di sana dengan makan mie, gitar-gitaran dan sedikit cap cusan stress yang saling celetak-celetuk sana sini. Pokoknya hari-hari yang menyenangkan dehh.
Sobat, sebenarnya banyak cerita yang ingin saya bagi. Seperti waktu datang ke Bursa Tenaga Kerja di PUSDAI kota Bandung, Bergosip seputar Michael Jackson, Mengisi kegiatan sosialisasi Young Changemakers di UNPAD Jatinangor dengan mahasiswa/i Fisip Antropologi, dan lain-lain. Mungkin lain kali akan saya ceritakan.
Inti yang bisa saya simpulkan adalah saya mendapatkan kekuatan di dalam cinta dan persahabatan. dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri. Saya belajar berbagi dan saya menemukan kekuatan dalam tawa kegembiraan, kita semua tertawa karena kita semua adalah orang yang kuat orang yang tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan. Thank U For All.
3 comments Juni 26, 2009
Catatan Sahabat Season 2
Moment aksi dan kampanye Anti sponsor rokok juga dilakukan menyambut adanya hari Anti Tembakau Sedunia pada 31 Mei 2009. Aksi dan kampanye yang dilakukan oleh anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Daerah Jawa Barat, merupakan sebuah wujud penolakan anak Jawa Barat terhadap sebuah iklan dan sponsor rokok yang kian hari kian menyesatkan. Apalagi target pemasaran rokok di Indonesia persentasi terbesar adalah anak-anak. Mengapa? Karena menurut pengakuan dari perusahaan rokok sendiri mengatakan bahwa anak dan remaja adalah ASET MASA DEPAN BUAT PERUSAHAAN ROKOK.
Kegiatan Aksi dan kampanye ini melibatkan anak-anak di Jawa Barat khususnya anak-anak yang ada di Bandung. Kegiatan ini menghubungkan saya dengan banyak teman baru. Nah, hari ini saya akan sedikit meperkenalkan teman-teman baru yang saya temui pada kegiatan tanggal 30 Mei kemarin. Jarang saya menuliskan beberapa hal tentang sebuah kisah pertemenan yang secara khusus saya tulis di BLOG ini. Terakhir saya menuliskan sebuah cerita persahabatan yang saya temukan di Palu, Sulawesi Tengah. Mungkin bisa dilihat di postingan sebelumnya yang berjudul ‘Catatan Sahabat’. Saya tuliskan itu semua, karena saya merasa mereka adalah sebuah teman yang luar biasa yang pernah hadir berbagi kisah selama di sana. Untuk kali ini teman-teman baru yang beberapa hari ini pernah berbagi dalam moment-moment tertentu adalah :

RIEAN
Awalnya ketika ketemu nih anak, orangnya begundal dan nalaktak, karena kalo ngomong asbun. Tapi setelah ketemu dan kenal orangnya rame, asyik dan bodor. Ya, ngga jauh lah dengan Riean Jombang (wakakaka), Oya, rumah tuh anak tepat berapa depan Lembaga Permasyarakat Kebon Waru. Awalnya saya pikir c’riean adalah salah satu penghuni tahanan LP. Hehehe. Pertemanan saya dengan rriean tambah seru, terakhir saya kerumah dia buat balikin flasdick yang dia titipin ma saya buat ditransfer photo-photo kegiatan di Eldorado kemarin. Wah, kebetulan, c’riean punya banyak film-film seru, ya kesempatan bagus buat ngerampoknya, tapi bilang dulu tentunya (hehehe, bukan ngerapok itu namanya), insomnia yang amit-amit cukup terobati dengan adanya film-film yang saya pinjam dari dia. Oya, c’riean kalo smsan suka manggil saya Juragannt… wakakakakk,,, jadi ngerasa punya pembokat neghh..
ANGGAEmmm… kesan pertama yang saya lihat dari Angga supel dan aktif. Beberapa hari ketemu sama angga, ternyata orangnya cukup nyantai, ada saatnya tuh anak terlihat serius dengan asyik sendiri dan ada saat juga dia ber uchul-uchul ma kawannya. Btw, gmn Angga dengan skandal yang terjadi ma sohib saya,,, hagahghahh,, berhasilkah? Oya, peretemanan saya dengan Angga berawal dari kegiatan kampanye juga. Angga adalah teman sekelasnya Riean. Mmm, apalagi ya…
Oya, sebenarnya masih banyak teman-teman lain yang ingim saya sampaikan di sini,
Seperti RISVAN, FERDI dan FADIL. Tapi ntar saya lanjut untuk menceritakan siapa mereka. Oya, ngomong-ngomong kapan negh nonton lagi, nonton kayak kemaren. Gaya udah pada cool, ngomong gayanya punk rock, kalakuan pada lalebai, tapi klo nonton, jangan ditanya. Ketika Cinta Bertasbih… wakakakk…
Ocreh deh, intinya saya senang bisa kenal dengan kalian, saya harap pertemanan ini bisa lanjut sampai ujung usia. Hehehe.
seorang sahabat akan mengisi kekuranganmu bukan keisenganmu. Dan dalam kemanisan persahabatan, biarkanlah ada tawa ria kegirangan, berbagi duka dan kesenangan. Sebab dalam rintik lembut embun, hati manusia menghirup fajar yang terbangun, dan mendapatkan kesegaran gairah kehidupan
Dalam persahabatan yang tanpa kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama menyimpan keutuhan. Ketika tiba saat perpisahan, jagan kalian berduka, sebab apa yang kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta kasih yang masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang ditebarkan ke udara – hanya menangkap kekosongan semata.
2 comments Juni 18, 2009
AKSI MENUJU MASA DEPAN TANPA PEKERJA

Advokasi Dunia Menentang Adanya Pekerja Anak tidak hanya dilakukan pada hari jumat, 12 juni 2009 saja. Tapi pada hari Minggu, 14 Juni 2009 Forum Anak Daerah (FAD) Jawa Barat bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Barat melakukan aksi dan kampanye simpatik menolak adanya segala bentuk eksploitasi baik secara ekonomi maupun seksual terhadap anak. Aksi dan Kampanye ini dilakukan di Pintu Masuk Utara di salah satu malldi Kota Bandung, yaitu Bandung Indah Plaza. Teman-teman yang terlibat ada 40 orang anak. Bentuk Aksi dan kampanye yang dilakukan diisi dengan pembacaan orasi (tapi orasinya beda sama orang dewasa) lebih kepada penyampaian pesan lewat nyanyian, yel-yel dan puisi. Kegiatan ini juga sebagai momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah, mitra sosial ILO, masyarakat umum, LSM, serta pihak-pihak terkait dalam mengentaskan pekerja anak.
Menurut laporan global ILO terbaru, Masa Depan tanpa Pekerja Anak, menunjukkan bahwa 246 juta anak usia lima sampai 17 tahun di seluruh dunia terlibat dalam perburuhan anak. Dari jumlah itu, 179 juta anak terlibat dalam bentuk pekerjaan anak terburuk. Asia Pasifik disebutkan mencatat jumlah terbesar pekerja anak usia 5-14 tahun, yakni 127 juta. Setelah itu, wilayah Sahara-Afrika dengan jumlah 48 juta anak, diikuti Amerika Latin dan Karibia dengan jumlah 17,4 juta anak, serta Timur Tengah dan Afrika Utara sebanyak 13,4 juta anak. Kegiatan menentang adanya pekerja anak tentunya diharapakan bukanlah acara ceremonial saja. Diharapkan teman-teman yang kemarin terlibat ataupun tidak terlibat dalam aksi kampanye bisa melakukan advokasi ke orang-orang disekitar. Tentunya dengan harapan bisa menjadi lebih peka, lebih peduli dan jadi solusi untuk bangsa ini.
2 comments Juni 15, 2009
spirit!
Betapa sombongnya diri ini ketika rasa syukur tidak pernah lebur dalam hiruk pikuk yang ku alami. Memang tidak ada yang spesial dari hari ke hari yang Aku jalani akhir-akhir ini. terlalu lurus dan hampa, meskipun beberapa hari di minggu ini Aku lalui dengan beberapa kegiatan, seperti sharing di Minggu pertama (1 April 2009) dan di Minggu ke dua (11 April 2009) di Komunitas Sahabat Kota (KSK). Hari ini, esok dan seterusnya Aku perlu spirit dan support. Tapi di mana bisa Aku dapatkan? Ujian Nasional tinggal di depan mata, tapi tiga kali try out nilaiku masih kurang dari standar yang ditargetkan sekolah, bahkan jauh lebih buruk. Sepertinya di bulan April ini, otakku harus dipaksa dengan berbagai rutinitas yang terkadang membuatku stres, adakah Pola belajar yang bisa lebih menarik? tidak bete, akhhh….
Oya, Minggu kemarin Aku dan teman-teman satu kelas sempat photo-photo buat di booklet. Kita ngambil lokasi di rel kereta api, tepatnya di stasiun Bandung. Kita juga ngambil konsep bertema profesi untuk photo individunya. uchul-uchul sih photonya, kagak kerasa 3 tahun kita belajar bersama, suka, duka, stress, konflik, benci, kacrut pernah kita lalui. Kini jalan di luar sana sudah terbuka begitu lebar, sudah saatnya kita melepas semua ketidakdewasaan ini. Bagitu pun dengan Aku, sudah saatnya bangun dari zona aman untuk meneriakan semua cita-cita yang harus aku gapai, targetan di bulan sekarang dan bulan Mei adalah menendang bola sampai ke gawang dan bereteriak goaLLLL,,,, Ujian Nasional yang akan dilaksanakan tanggal 20-22 April harus Aku hatamkan dengan nilai maksimum (amin), dan Ujian Praktek Sekolah tanggal 24-28 April harus Aku lalui dan ber ending ‘berhasil-berhasil-HORE’, trus tanggal 4-6 Mei 2009 adalah ujian sekolah untuk teori harus Aku goalkan pula. Oya, ga ketinggalan tanggal 30-31 Mei adalah ujian PMBP-ITB, semoga bisa ketrima di ITB, hehehe. Amin..
Minta doanya ya, semoga semuanya bisa berjalan seperti yang Aku harapkan.
2 comments April 12, 2009
Yang muda yang berkarya
Wah, bingung mau nulis apa. Mengenai kegiatan Young Changemakers Ashoka Indonesia 2008 di Bogor – Jakarta, 8-10 Maret 2009, saya akan sedikit sharing tentang apa yang saya dapatkan sepulang dari sana. Oya sebelumnya ada beberapa artikel yang bisa dibuka mengenai kegiatan saya dan teman-teman penerima award YCM 2008 selama 3 hari kemarin di Bogor dan di jakarta di muat di koran Seputar Indonesia lo. Ada banyak artikel yang di buat, silahkan aja di klik www.seputar-indonesia.com, kemudian klik periskop. Di situ ada artikel yang berkaitan dengan YCM:
1. anak Muda di Ujung mimpi
2. Yang muda yang berkarya
3. Penyebar virus perubahan
4. Perubahan sebuah epidemi sosial
silahkan di baca ya, ada cerita kegiatan beberapa kawan YCM….
Yang pasti sepulang dari kegiatan disana sungguh mendapat banyak ilmu dan motivasi yang luar biasa. Saya selalu berharap motivasi untuk terus melakukan sesuatu perubahan di lingkungan sosial ga hanya tertahan sepulang dari kegiatan di Bogor, tapi akan terus berkobar dan selalu bersemangat. SEMANGAT!
4 comments Maret 16, 2009


































