Sebuah Catatan Pelajar Sulawesi Tengah
Januari 7, 2009
Saya tak pernah ragu dengan kekuasaan Tuhan,
saya juga tak akan pernah ragu dengan semua kesempurnaan yang Tuhan berikan kepada manusia,
apa yang saya dapatkan kemarin, hari ini dan lusa adalah anugerah yang begitu luar biasa.
Empat hari kemarin adalah waktu yang terlalu singkat untuk dilalui, semua terjadi karena begitu banyak aktifitas yang membuatku terlena dalam sebuah pendewasaan. Kemah Pelajar Pejuang Perdamaian dan Kemanusiaan se Sulawesi Tengah (3-6 Januari 2009) memberikan warna baru untuk para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut. Ekspresi kagum, apresiated, care, solid, empati dan persaudaraan begitu kental terasa disana. Kegiatan selama 4 hari itu menghasilkan sebuah rekomendasi dan deklarasi Pelajar Sulteng. Rekomendasi dan deklarasi itu tentu tidak akan muncul tanpa adanya sebuah komunikasi dari pelajar itu sendiri. Observasi ke lapangan untuk meng assesment sebuah problematika di masyarakat dilakukan oleh peserta kemah pelajar se Sulteng, tujuannya tentu membuat para peserta menjadi lebih mengenal realita kehidupan di masyarakat, tidak hanya mengenal tetapi diharapkan muncul sebuah kepekaan untuk bisa menjadi solusi dari masalah yang ada. Keberadaan saya di sana menjadi sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan, mungkin butuh seumur hidup buat melupakannya, kegokilan dan keunikan para peserta membuat saya sangat betah berada di sana. Berat rasanya saya harus meninggalkan teman-teman yang luar biasa, tapi harus bagaimana lagi.
Teman-teman, pesan saya terus berjuang dan semangat untuk melakukan perubahan di masyarakat. Kagak penting Eksistensi yang penting Kontribusi. terima kasih untuk semuanya yang telah memberi sebuah hari-hari yang baru yang tak akan terlupakan.
Entry Filed under: Uncategorized. .















Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed