Sepenggal kisah ku yang terselip dalam Majalah Tarbawi

Agustus 9, 2009

tarbawi(cerita ini saya tuturkan saat bertemu dengan Kak Purwanti, terus ditulis dalam Majalah Tarbawi, Bisa dibaca juga di Majalah Tarbawi Edisi Bulan Agustus 2009)

Masih Banyak yang Belum Mengerti Hak-hak Anak Indonesia

Asep Ramdhani - Dede NduttSaya anak keempat dari empat bersaudara. Sejak usia 1 bulan saya dititipkan kedua orang tua saya kepada uwak, kakak laki-laki dari ayah. Pada waktu itu mamah dan bapak bercerai, dan entah apa sebabnya saya dititipkan mereka kepada uwak hingga saya berusia 18 tahun. Semua kakak saya ikut bapak, sedangkan saya dititipkan ke uwak.Meskipun mamah dan Bapak masing-masing sudah menikah lagi, tapi saya tetap tinggal bersama dengan uwak. Alhamdulillah keluarga uwak begitu menyayangi saya, dan sudah menganggap saya seperti anak mereka sendiri. Bahkan di akta kelahiran pun, nama orang tua yang tercantum adalah nama uwak.
Uwak bekerja di industri sepatu di Cibaduyut. Sejak kelas 3 SD saya membantu uwak membuat, menyortir dan mengantarkan sepatu-sepatu pesanan. Kadang saya juga diajak ke daerah seberang seperti Sumatera dan Lampung. Waktu itu saya baru lulus SD. Setelah 3 bulan di Sematera dan Lampung, saya dibawa ke Subang, tempat Uwa dari pihak mamah. Disana saya membantu uwa berjualan bubur, mendorong gerobak dan melayani pembeli. Kadang saya harus mendorong gerobak sejauh 1 km. Setiap hari, mulai pukul 4 pagi saya menyiapkan keperluan berdagang, jam 5 pagi saya sudah harus berangkat ke pasar bersama uwa dan pulang jam 11 siang. Setelah itu jam 1 siang, saya membantu suami uwak untuk menjadi kondektur angkot. Kadang-kadang karena malu, saya hanya diam duduk di kursi penumpang dan tidak meminta bayaran. Akhirnya saya dimarahi. (tertawa).
Selama 6 bulan berada di Subang, saya kembali lagi ke Bandung. Disini saya kembali membantu uwak membuat sepatu. Di Cibaduyut memang dikenal sebagai salah satu sentra produksi sepatu dan sandal terbesar di Indonesia. Kadangkala hasil produksi sudah merambah ke luar negeri. Tapi sayangnya ada banyak yang menggunakan anak-anak sebagai tenaga kerja mereka, salah satunya saya pada waktu itu. Mereka (para pengusaha yang menggunakan anak-anak sebagai tenaga kerja) bisa memberikan upah murah kepada anak-anak. Padahal jam kerja anak-anak sama dengan jam kerja orang dewasa, dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Tidak ada waktu bagi mereka untuk bermain atau belajar layaknya anak-anak yang lain. Itu juga yang saya alami, bekerja dan bekerja selama lebih dari 14 jam sehari. Upah yang diterima pun tergolong minim, yakni Rp 15.000/ hari.
DSCN1306Sehingga pada tahun 2002, International Labour Organization (ILO) bekerja sama dengan sidikara membentuk satu yayasan untuk menampung dan memberikan sosialisasi mengenai hak-hak anak, salah satunya adalah hak bermain. Isunya waktu itu, ada banyak sekali pekerja anak di cibaduyut, dan dengan dibentuknya sanggar yang diberi nama Sidikara ini mengajak para pekerja anak untuk terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan sanggar. Termasuk saya yang waktu itu baru lulus SD dan memiliki keinginan yang kuat untuk melanjutkan sekolah ke SMP. Di sanggar juga sering dibahas tentang undang-undang perlindungan anak, diterangkan point per point oleh salah satu fasilitator Sidikara. Dengan dibahasnya masalah itu, saya dan teman-teman jadi tahu kalau ternayta anak-anakjuga punya undang-undang. Anak-anak juga sudah mulai kritis dan muali banyak bertanya, terutama tentang pasal 48 tentang pendidikan. Di dalam undang-undang itu disebutkan bahwa pendidikan bisa dinikmati secara gratis, tapi nyatanya begini. Belum lagi tentang hak anak tidak boleh didiskriminasi, dieksploitasi serta memiliki hak untuk berpartisipasi, untuk hidup, untuk tumbuh kembang, dan hak untuk berpartisipasi. Sadar atau tidak, mereka itu sebenarnya sudah dieksploitas baik oleh orang tuanya atau oleh orang lain.zeppp berorasi
Di dalam sanggar itu ada berbagai macam kegiatan dan ketrampilan yang dilakukan. Seperti membuat prakarya dari kertas daur ulang dan membuat disain sepatu. Selain itu kita juga sharing mengenai permasalahan yang dihadapi oleh para pekerja anak. Sebagian bersar dari mereka memang anak-anak putus sekolah, dan seusia saya pada waktu itu, 11 tahun. Saya juga pernah mengikuti pelatihan komputer dari Microsoft yang diadakan selama dua minggu. Dari pelatihan ini saya dapat mengajari teman- teman saya untuk menggunakan komputer.
Kalau didata, ada sekitar 1.132 bengkel yang ada di empat desa yakni di desa cangkuangkuang, cangkuang wetam, sukamenak, dan cibaduyut. Kalau masing-masing bengkel ada 2 orang pekerja anak, asumsinya ada sekitar 2.264 pekerja anak. Belum lagi home industri yang jumlahnya juga tidak sedikit.
Zepm dan kakak zeph (andri)Saya sempat merengek dan menangis minta kepada uwak saya untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SMP, tapi uwak marah- marah. Dia bilang kalau uwak sendiri tengah kesusahan untuk mencari makan, sehingga tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah. Yayasan Sidikara mendengar keinginan saya, mereka bilang ingin membant saya untuk melanjutkan sekolah dengan biaya yang mereka tanggung. Saya sangat senang mendengar hal itu. AKhirnya mereka mau membantu saya dengan syarat saya harus berprestasi dan aktif dalam kegiatan sanggar.
Kakak saya yang tinggal dengan Bapak juga datang membantu saya, dia memberikan uang untuk saya membeli formulir pendaftaran sekolah. Padahal waktu itu, dia masih sekolah. Mungkin itu adalah uang jajan yang dia tabung. Akhirnya saya beli formulir pendaftaran sekolah.
Sanggar Sidikara akhirmy bubar pada tahun 2005. Mereka menilai jika banyak peserta yang ikut kegatan sanggar, maka sepeninggal sanggar pasti tidak akan ada yang kembali lagi bekerja. Tapi persepsi mereka salah, justru sebagian besar dari mereka kembali bekerja. Meskipun pada umumnya mereka bekerja karena dipaksa orang tua mereka. Saya dan beberapa anak- anak lain menyayangkan jika sanggar harus ditutup, karena selama ini efektif memberikan informasi tentang hak-hak anak. Akhirnya, karena kami memang butuh sarana seperti ini kami mendirikan sanggar lagi. Tapi kali ini tidak bekerja sama dengan ILO ataupun yayasan Sidikara. Kami mendirikan sanggar sendiri yang berdiri di atas lahan kosong milik salah seorang volunteer yang bernama Kang Febi. Nama sanggar berubaha jadi Sanggar Muda Kreatif (Samuka). Kalau biasanya ketika masih ada sanggar Sidikara yang datang bisa ratusan anak, kini untuk mengumpulkan 20 orang anak saja kami sudah bersyukur. Tak hanya diam di tempat, kami pun bekerja sama dengan berbagai sekolah untuk memberikan penyuluhan mengenai hak-hak anak. Yang memberikan penyuluhan itu rata-rata pekerja anak dan mereka tidak sekolah, dan itu menjadi perhatian khusus bagi peserta penuluhan. .
Kegiatan Samuka sendiri juga tidak jauh berbeda dengan kegiatan Sanggar Sidikara sebelumnya. Hanya saja kami mencoba lebih variatif, seperti ada bengkel perkusi yang alat-alatnya dibuat dari barang-barang bekas. Kamis ering mendapatkan undangan untuk mengisi acara-acara dengan menggunakan perkusi buatan sendiri ini. Saya juga banyak beraktivitas di Forum Anak Daerah (FAD) Jawa Barat Sedangkan bagi yang pandai menggambar, kami sediakan alat-alatnya, dan gambarnya akan dijadikan pin kemudian dijual. Kami tidak bisa memberikan banyak kegiatan seperti komputer, karena fasilitas-fasilitas dari ILO sudah diambil semuanya. FAD juga bekerja sama dengan banyak pihak, seperti pada kegiatan 17 Agustusan kita membuat lomba-lomba di Lembaga Pemasyarakatan (LP) anak yang menampung anak-anak yang mengalami konflik hukum di sana. Alhamdulillah, dari FAD juga bisa menyekolahkan dua orang anak.
Pemberian Tropi dari SBYPada waktu Yayasan Sidikara bubar, saya sempat kebingungan. Karena biaya sekolah saya selama ini di tanggung oleh yayasan, sedangkan uang ujian waktu itu belum terbayar. Akhirnya saya berinisiatif berbicara keapda teman-teman kalau saya tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak ada biaya. Waktu itu teman-teman ada yang patungan memberikan uangnya kepada saya tapi sebenarnya bukan itu tujuan saya berbicara kepada mereka. Sampai saya mengajak mereka untuk menemani saya berbicara kepada kepala sekolah. Saya membawa bukti-bukti tulisan yang pernah saya buat, juga prestasi yang pernah saya dapatkan. Awalnya kepala sekolah hanya bilang kalau saya tidak perlu memikirkan uang ujian, biar itu urusan orangtua saja. Tapi saya ceritakan kondisi keluarga saya seperti apa. Alhamdulillah, kepala sekolah mengabulkan keinginan saya.
Setelah lulus SMP tahun 2006, keinginan saya untuk melanjutkan pendidikan sangat tinggi. Waktu itu saya memilih SMK, karena menurut saya pendidikan SMK lebih banyak kemampuan yang bisa saya dapati. Namun lagi-lagi tersandung masalah biaya, karena yayasan Sidikara yang membiayai sekolah saya waktu itu sudah tidak ada lagi. Tapi saya ingat waktu mendaftar SMP pertama kali hanya membeli formulir. Akhirnya saya beli formulir pendaftaran SMK, dan percaya bahwa Allah pasti akan membantu saya.
5 tahun mendatangJarak antara sekolah dengan rumah saya cukup jauh. Setiap hari sekitar jam 5 pagi saya sudah harus ebrada di terminal Leuwipanjang untuk menunggu bus Damri. Karena setiap hari bus Damri penuh sesak oleh penumpang, jika tidak berankat lebih awal bisa-bisa saya selalu terlambat sampai di sekolah. Setiap hari saya hanya punya ongkos untuk berangkat saja, jadi pulangnya saya selalu jalan kaki. Keluar sekolah jam 3 sore, sampai di rumah bisa sampai maghrib. Jadi saya tidak bisa membantu uwak untuk mengerjakan pekerjaannya, karena memang sebagian besar waktu saya berada di sekolah dan sanggar.
Pada tahun itu juga saya bertemu dengan Lembaga Perlindungan Anak Jawa Barat serta bergabung dalam Forum Anak Daerah Jawa Barat yang setiap tahunnya mengadakan forum anak, jadi setiap daerah di Jawa Barat mengirimkan perwakilannya. Dalam pertemuan forum anak tersebut, biasanya akan ada perumusan dan rekomendasi sekaligus sharing tentang pengalaman anka-anak daerah. Saya termasuk salah satunya yang mewakili Cibaduyut dengan menceritakan kondisi pekerja anak di sana. Waktu itu terpilih 10 orang anak untuk mewakili forum anak di tingkat Nasinal. Kita bawa permasalahan yang sudah dirumuskan tadi ke tingkat Nasional. Salah satu makalah yang saya buat adalah rekomendasi mengenai adanya kementrian anak, tapi kemudian hal ini buru- buru di hapus karena menurut petugas yang mengoreksi makalah saya adanya menteri anak menurutnya belum menjadi prioritas dan itu adalah tugas meneteri pemberdayaan perempuan.
Pada tahun 2007, ada acara tahunan pemilihan pemimpin muda yang diadakan kementrian pemberdayaan perempuan bekerjasama dengan Unicef. Waktu itu form dibagikan ke berbagai lembaga serta mengirimkan hasil karya disertai dengan dokumentasi serta curricullumn vitae (CV). Dari sana saya direkomendasikan oleh Yayasan Sidikara untuk menjadi wakil pada acara itu. Alhamdulillah saya masuk 10 besar. Dari 10 besar, disaring lagi menjadi 3 besar, dan saya bersyukur bisa menjadi salah satu diantaranya. Tropi penghargaan diberikan langsung dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya sangat mengidolakan Nabi Muhammad saw. Saya mengidolakan beliau, bukan karena saya ikut-ikutan menhidolakan sosoknya yang istimewa. Saya mengaguminya selain karena dia seorang nabi, dia juga sosok pemimpin yang patut djadikan tauladan bagi semua orang. Waktu itu saya cari berbagai macam referensi mengenai tokoh-tokoh dunia dan tokoh yang paling berpengaruh sepanjang masa. Nomor satu ditempati oleh Rasulullah saw. Memang terbukti, kalau Rasulullah memiliki kepemimpinan yang kuat dan kharisma yang melekat serta dapat mempengaruhi seluruh masyarakat dunia. Pemberian Penghargaan Dari Unicef dan KPP RI
Setelah mengikuti pemilihan pemimpin muda, ada banyak sekali media yang mengekspos. Kepada salah satu media, saya bercerita kalau raport saya ditahan karena tidak bisa membayar uang ujian. Ketika akhirnya naik cetak, wali kelas saya membaca tulisan wartawan itu. Dia sempat memarahi saya, katanya saya tidak boleh berbicara seperti itu karena khawatir citra sekolah jadi tercemar. Padahal saya mencoba apa adanya. Dan dia berpesan kalau nanti kepala sekolah bertanya, saya harus menjawab kalau yang ada di koran adalah bahasa wartawan. Tapi Alhamdulillah, kepala sekolah tidak memanggil saya. Mungkin ini juga berkaitan dengan apa yang dikatakan oleh ketua Dinas Pendidikan Bandung pada waktu itu, dia mengatakan kalau masih ada kepala sekolah yang mengambil pungutan liar maka akan dimutasi.
Saya juga mendapat penghargaan sebagai pemimpin muda dari Walikota dan Gubernur Bandung. Bahkan Sekretaris Daerah kota Bandung berniat membiayai sekolah saya sampai selesai karena prestasi yang saya miliki. Tapi karena lupa, harus saya terus yang memfollow up janjinya. Akhirnya dari Sekda menghubungi pihak sekolah dan meminta sekolah untuk membebaskan biaya untuk saya karena prestasi saya. Pihak sekolah menjawab, kalau selama ini memang ada kebijakan tertentu bagi mereka yang berprestasi. Padahal dari awal saya masuk sekolah, saya sudah menunjukkan surat keterangan tidak mampu dan menunjukkan bukti-bukti prestasi yang saya miliki untuk keringanan biaya tapi raport saya ditahan karena belum melunasi uang ujian. Tapi, Alhamdulillah saya dibebaskan dari biaya sekolah. Disini saya yakin, kalau Allah memang membantu saya selama ini.Pemberian Penghargaan dari Wagub Jabar (Dede Yusuf)
Kini selepas SMK, saya mendapatkan beasiswa S1 di Institut Teknologi Nasional (ITENAS) dari Ibu Netty (istrinya H. Ahmad Heriyawan – Gubernur Jawa Barat). Meski respon dari pengajuan beasiswa yang saya kirimkan awal juni 2009 baru ditanggapi pada tanggal 30 Juli 2009. Terlepas dari itu, saya akan selalu berupaya untuk memberi yang terbaik bagi keluarga, nusa bangsa dan agama. Dan inti dari semua itu saya mengambil pelajaran, bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita berusaha, tawakal dan tetap pasrah kepada Allah swt.
cienceph ckwakeppp


Lomba Nge-Blog : Nothing Impossible

Oya, hanya sekedar ngasih info, kalo blog saya diikutkan dlm kontes Nge-Blog. Info kontesnya tentang apa. bisa dibaca di bawah ini :
sebuah kontes (lomba) ngeblog dibuka lagi. Kali ini yang punya gawe adalah Dindasmart [dot] Com bekerja sama dengan Mas Purba admin AdaBisnis.Com. Lomba Nge-blog yang bertajuk Nothing Impossible (Tak Ada Yang Tak Mungkin) ini sudah diluncurkan secara terbuka dan bisa diikuti oleh Masyarakat Blogger Sekitar di seluruh Indonesia.

Adapun ketentuan lomba adalah sebagai berikut:

1. Peserta menuliskan artikel bebas bertema Nothing Impossible / Tak Ada yang Tak Mungkin (temanya loh, bukan judulnya. Tema boleh jadi judul kok!) di blog.
2. Peserta juga menuliskan info tentang lomba ini di blog. (boleh disatuin, bloeh dipisah dengan tulisan pokok.)
3. Peserta kemudian mendaftarkan dirinya via e-mail ke kontes[at]dindasmart.com dengan subjek : Blog Contest Nothing Impossible formatnya :

Nama :

E-Mail :

Alamat Rumah :

No.Telp/HP :

Alamat Blog :

Alamat Artikel :

Batas akhir pensubmittan artikel hingga tanggal 10 September 2009 dan pemenang akan diumumkan tanggal 15 September di Blognya yang punya gawe.
Yang perlu diperhatikan, bahwa yang punya gawe tidak akan serampangan atawa ngawur dalam memberikan penilaian terhadap peserta/kontestan. Adapun pedoman penilaiannya adalah sebagai berikut:

1. Konten / Bagusnya Artikel
2. Gambar (artikel tersebut diselingi gambar ya biar lebih menarik. Ini nilai plus loh!)
3. Update : Jumlah komentar (semakin banyak komentar, menambah poin)

Ini bukanlah kontes SEO. Jadi, semua blogger baik blogger pemula ataupun para Master SEO, berkesempatan sama untuk memenangkan lomba ini.
Kalau ada lomba, maka wajib adanya suatu pencerah berupa hadiah. Hadiah yang akan diberikan bagi pemenang adalah sebagai berikut:

* Pemenang 1 : Domain .Com + hosting 300 MB + Rp 100.000,00
* Pemenang 2 : Domain .Com + hosting 300 MB + Rp 50.000,00
* Pemenang 3 – 5 : Domain .Com + hosting 300 MB
* Pemenang 6 – 7 : Domain .Com+ hosting 200 MB
* Pemenang 8 – 10 : Domain .Web.id + hosting 200 MB
* Pemenang 11 – 15 : Domain .Web.id + hosting 100 MB
* Pemenang 16 – 20 : Domain .Info
* Pemenang 21 – 25 : Pulsa @ Rp 10.000,00
* Untuk pemenang 1 – 20 : Gratis keanggotaan di http://scriptmurah.fibsite.com

(Jumlah pemenang dan hadiah akan kami update apabila ada tambahan sponsor)
Demikian pengumuman mengenai lomba tersebut, apabila diantara teman-teman ada yang tertarik dan mau berpartisipasi, dipersilahkan langsung datang ke blognya yang punya gawe.
awah ini:

Entry Filed under: Uncategorized. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bangga Jadi Anak Indonesia

"Luar Biasa!!! Pemimpin muda yang kreatif dan bekerja keras dalam menyosialisasikan /membela hak anak" (Diana, Lembaga Perlindungan Anak Jabar) "Inilah satu sosok kamu muda yang harus ditiru, aktif, peduli dan bervisi, semoga kata-kata 'yang muda yang berkarya' mnejadi motor untuk mendorong anak-anak muda lainnya dalam membuat perubahan" (Febby Alfiandi, Fellow Ashoka Indonesia) "Asep adalah sahabat sekaligus guru bagi saya, perjuangan dan asa yang tak pernah pudar memberikan inspirasi bagi saya, untuk menjadi Asep Ramdhani" (Muhamad Iman Usman, Indonesian Young Leader 2008)

caTat!

Agustus 2009
S S R K J S M
« Jun   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

ALLow!

Profil Facebook Asep Ramdhani

You say aku,

cienceph di Sepatu trendy, gaul, anak muda…
sari di Profil Penerima “Penghargaan u…
novie di Sepatu trendy, gaul, anak muda…
izhna di Catatan Sahabat Season No…
Anton dawank di gallery
ogex di Desember Ceria
sadam di Forum Anak Daerah Jawa BA…
rara di SpoKat Painting
thalita di Catatan Sahabat Season 2
cienceph di Resensi Bodyguard Bawel

Blogroll

About Me!

Gue Nulis Loe Baca,

CreaT gue,

Share Cara Gue

Creat Me,

Cara Asyik Gaya Gue