sebuah resolusi
November 12, 2010 at 2:50 am Tinggalkan komentar
Minggu, 31 Oktober 2010 saya menyempatkan hadir pada opening pameran karya RUS RUSAMSI yang bertajuk ‘lembur kuring’. Acara pameran berlangsung di Gedung YPK, Jl. Naripan No. 7-9,Bandung dimulai dari tgl 31 Oktober sampai dengan 5 November 2010.
Acara dibuka pukul 10.00 WIB, saya sedikit terlambat setengah jam, karena memang awalnya tidak begitu direncanakan untuk hadir, hanya sebuah kebetulan saja pada minggu pagi saya menyempatkan buka facebook di handphone dan meliat ada undangan event. Saya memutuskan untuk pergi ke acara pembukaan pameran mengingat tidak ada kesibukan pada hari minggu tersebut. Meski telat datang, tapi acara opening hanya baru sambutan dari penyelanggara. Suasana yang terasa di lokasi pameran sangat sederhana, lantunan tembang Sunda dari juru tembang ROSYANTI (juara 1 Pasanggiri Tembang Sunda Daya Mahasiswa Sunda dan pembacaan Sajak Sunda), cukup membuat pengunjung merasakan atmosfer ‘lembur kuring’.
Ketika acara pembukaan secara seremonial selesai, para pengunjung pun mulai berkeliling melihat lukisan yang dipanjang. Semua lukisan yang dipajang merupakan karya Yus Rusamsi. Saya tidak begitu mengenal beliau, sehingga saya memutuskan untuk mencari tahu orang di balik lukisan alam yang ‘endah-endah’ ini. Sosok Bapak Yus Rusamsi sangat mudah di ingat, tubuhnya yang cukup tinggi, dengan kaca mata yang lumayan lebar dan rambut beruban yang nyaris rambut beliau semua berwarna putih. Saya mencoba untuk mengobrol dengan beliau namun tampaknya beliau sangat sibuk mengobrol dan menjawab beberapa pertanyaan yang muncul dari wartawan yang ada di lokasi pameran tersebut. Sehingga saya memutuskan untuk berkeliling terlebih dahulu untuk melihat karya-karya beliau yang cukup membawa saya akan kenangan tertentu dari sebuah tampilan visual alam raya di jawa barat dari setiap jengkal goresan cat minyak.
Walaupun lukisan yang saya liat dari beberapa lukisan yang dipajangkan menurut saya cukup monoton, namun setidaknya saya bisa ter influence dan terhibur pandangan mata saya dari karya beliau. Saya tidak menghitung banyaknya karya beliau yang dipajang, mungkin lebih darii 30 karya, sekitar 80% karya yang ditampilkan bergambar tentang suasana alam, seperti pegunungan, sawah, sungai, pantai, pohon. dan saya melihat 3-4 karya bergambar bocah perempuan yang sedang membaca dan terduduk. entah gambar siapa yang dilukis beliau (mungkin cucu beliau nya kali..).
Ehmm, saya pikir lukisan karya Yus Rusamsi yang ditampilkan di pameran tersebut tidak begitu semenarik dan sebagus mahasiswa design Itenas (hanya sekedar tanggapan dan membandingkan saja). banyak beberapa lukisan dari beliau yang tidak begitu detail, dan walaupun saya kuliah di itenas (Institut Teknologi Nasional Bandung) baru menginjak 3 semester, tapi saya pernah melihat beberapa lukisan karya teman satu angkatan saya yang jauh lebih bagus dan sangat detail dalam melukis suasana alam.
Setelah saya keliling melihat-lihat tulisan akhirnya saya bisa bertemu dan sedikit ngobrol langsung dengan beliau, orangnya sangat ramah dan murah senyum. beliau sangat antusias ketika diminta menceritakan sebuah lukisan yang ada di sampingnya, lukisan berjudul “kampung kenangan” cukup menarik dan lumayan detail. Beliau benceritakan satu per satu yang ada dalam lukisan tersebut.
So, pameran lukisan Yus Rusamsi membawa kita lebih jauh tentang pemandangan sawah yang terhampar luas, sungai yang mengalirkan air yang jernih, pesisir pantai yang bersih di sore hari. Bagi saya yang berada di pusat kota Bandung nyaris tidak pernah melihat obyek-obyek seperti yang ada dilukisan Bapak Yus Rusamsi. Sepulang dari pameran beliau, saya benar-benar membayakan untuk membuat pameran yang serupa namun lebih menarik dan multidimensional dari karya-karya seni yang saya buat. Ehmm… kapan ya kira-kira? Insya allah menjadi resolusi di 5 tahun mendatang (wahhh,,, kelamaan ya…? hehehe). Nggak masalah kalau kelamaan, untuk saat ini saya menjalani saja dulu yang ada didepan mata, tetap berkontribusi dan menghasilkan karya yang bisa bermanfaat untuk orang banyak.


Entry filed under: Uncategorized. Tags: .







Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed