profil mahasiswa ITENAS cum laude
Februari 28, 2011 at 6:50 am Tinggalkan komentar
Guys, di tahun 2011 ini alhamdulillah banyak kesempatan yang saya terima dalam memberikan kontribusi lebih untuk kampus tercinta, Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung. Tanggal 14 Februari 2011 saya sudah menandatangani kontrak dengan pihak kampus untuk terlibat dalam mengembangkan informasi yang ada di sekitar kampus, dengan kata lain saya ikut bekerja sebagai reporter/jurnalis ITENAS. Sudah dua tulisan yang saya buat dan diposting di websitenya ITENAS, salah satunya tulisan dibawah ini nih.
Mengingat tanggal 19 Maret 2011 ITENAS akan melantik para mahasiswa yang akan diwisuda, saya berkesempatan untuk membuat tulisan terkait kegiatan wisuda tersebut. Secara khusus saya juga diminta untuk membuat profil para mahasiswa ITENAS yang lulus dengan hasil cum laude. Penasaran kan siapa aja para mahasiswa ITENAS yang bisa lulus dengan hasil cum laude? Berikut hasil ngobrol-ngobrol saya dengan mereka.
GINA NOVIA LESTARI (TEKNIK SIPIL)

Tidak ada kesan yang berlebihan dari mahasiswi pemilik IPK 4.00, seperti halnya anak muda jaman sekarang, Gina juga memiliki hobi jalan-jalan, berkumpul dengan teman-teman, bahkan bermain poker. Mahasiswi kelahiran Bandung, 17 November 1989 ini mengaku memang tertarik dengan jurusan Teknik Sipil, meski pada awalnya tidak terlalu mengerti banyak tentang jurusan yang yang diambilnya. Namun seiringnya langkah yang pasti dia pun mulai mendalami ilmu yang dipelajarinya, sampai-sampai proses pembelajaran yang dijalaninya menghasilkan nilai yang sangat memuaskan. Saat ditanya siapa motivator yang memberikan kontribusi banyak dalam pendidikannya? Gina menjawab kedua orangtuanya.
Anak dari pasangan Roni Rachmansyah dan Iis Susi Ratnaningsih, merupakan lulusan terbaik dan tercepat dalam menyelesaikan perkuliahannya, kurang dari 3.5 tahun Gina sudah menyandang gelar Sarjana Teknik Sipil. “Sebanyak apapun tugas kampus, kita jangan malas, upayakan untuk tetap mengerjakan. Saran saya sih kalau ada tugas, didiskusikan bareng dengan teman-teman, tapi mengerjakannya sendiri-sendiri. Karena kalau ada yang tidak dimengerti bisa ditanyakan ke teman yang lebih paham. Terlebih kalau kita mengerjakan tugas bareng itu tidak akan jenuh” tutur Gina, saat diminta tips belajar yang bisa diberikan untuk para mahasiswa yang lainnya.
Judul Tugas Akhir yang dibuat oleh Gina adalah “Desain Jembatan Komposit Lengkung Studi Kasus Jembatan Ciwulan Tasikmalaya”, pada tugas akhir tersebut yang ingin disampaikan Gina adalah mendesain jembatan lengkung komposit berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), dimana Gina melengkapi desain untuk jembatan lengkung berdasarkan penerapan metode, baik secara manual maupun secara teknologi (penggunaan software), kemudian melakukan perbandingan untuk mengetahui asumsi yang digunakan sudah benar atau belum untuk diterapkan.
Ditanya mengenai kampus Gina mengaku, kalau sejauh ini Itenas sangat baik dalam menunjang kebutuhan mahasiswa, harapan ke depannya lebih ditingkatkannya hubungan dengan organisasi Internasional , seperti misalnya beasiswa internasional.
Gina merupakan alumni SMA Negeri 24 Bandung, kedua orang tuanya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat ditanya rencana kedepan yang akan dilakukan Gina setelah lulus adalah bekerja, mengimplementasikan semua ilmu yang dipelajarinya selama di Itenas untuk memberikan kontribusi bagi perusahaan tempat dia bekerja.
FANIE EQWINA (TEKNIK SIPIL)
Pemilik Judul Tugas Akhir “Pengaruh Penggunaan Fiber Reinforceld Polymer (FRP) Terhadap Kapasistas Penampang Balok Beton Bertulang” lulus program sarjana dengan IPK 3.82. Di tugas akhirnya pesan yang ingin disampaikannya adalah FRP membantu menaikkan kapasitas daya dukung struktur balok beton bertulang untuk perbaikan dan penambahan perkuatan struktur, sehingga lebih efisien tanpa pembongkaran struktur.
Fanie Eqwina lahir di Bandung, 19 April 1989 dari pasangan Aan Sugiarto dan Gumiwang Wiendhesti. Sosoknya yang supel dan ramah membuat orang-orang disekitarnya kagum dengan keberadaannya. Pencapaiannya selama ini tidak semata-mata tanpa kerja keras, melainkan penuh usaha dan perjuangan untuk melawan rasa malas dan jenuh. Rasa bangga kedua orang tuanya akan prestasi yang diraihnya merupakan kebahagian terbesar untuknya.
Fanie mengaku kalau selama perjalanannya mengenyam pendidikan di Itenas memang disibukkan dengan banyak tugas, namun hal itu justru melatih kita untuk lebih disiplin. Dosen dan staff yang terlibat dalam proses pendidikannya pun sangat mendukung penuh dan memberi kontribusi besar dalam pencapaian prestasinya.
Mahasiswa yang tinggal di sekitar daerah Antapani, bandung ini memberi pesan kepada mahasiswa lainnya untuk tetap semangat dan bekerja keras, dengan bekerja keras mustahil tidak ada hasil, pasti ada hasilnya serta fokus untuk suatu pencapaian tujuan memang diperlukan namun tetaplah santai, janganlah menganggap apa yang kita lakukan adalah beban dan selalu optimistik bahwa kita dapat mencapainya. Fanie juga menyampaikan harapan untuk kampus Itenas, agar ke depannya sering diadakan job fair, agar banyak akses dan link seputar pekerjaan untuk para alumni Itenas yang mencari pekerjaan. Saat ditanya rencana kedepan yang akan dilakukan setelah lulus, fanie menjawab siap untuk melangkah lebih maju dengan bekerja di suatu perusahaan besar (amin).
RYAN TRI RESMI AZHARI (TEKNIK SIPIL)
Selintas kalau dilihat dari namanya banyak yang mengira kalau mahasiswi ini adalah laki-laki, tapi ternyata Pemilik nama lengkap Ryan Tri Resmi Azhari ini adalah seorang perempuan dan merupakan anak dari pasangan Budiman Dermawan dan N. Eti Fatimah. Mahasiswi kelahiran Bandung, 16 Januari 1990 lulus dengan IPK 3.75. Seperti halnya Gina, Ryan juga mampu menuntaskan masa studi program sarjana Teknik Sipil kurang dari 3.5 tahun.
Saat ditanya bagaimana perasaannya bisa lulus dengan hasil cum laude, Ryan menjawab sangat senang dan sangat bersyukur, terlebih dia bisa membuktikan kepada kedua orangtuanya kalau perjuangannya selama ini, berhasil dengan membanggakan. Ayah dan Ibunya merupakan motivator yang terbesar dalam pencapaiannya selama ini,mengingat kedua orang tuanya merupakan seorang pegawai negeri sipil (guru), yang masih saja semangat belajar hingga kini.
Alumni SMA Negeri 5 Bandung ini, memberi judul pada tugas akhirnya “Studi Stabilitas Balok Lengkung Jambatan Komposit”. Pesan yang ingin disampaikan dalam tugas akhirnya adalah Perilaku balok lurus dengan dimensi tertentu akan dengan mudah diketahui reaksi akibat pembebanan yang diberikan pada balok itu sendiri. Sedangkan untuk balok lengkung, akan terdapat perhitungan-perhitungan tertentu yang tidak ada pada balok lurus (dalam hal ini, dimensi balok lurus dan balok lengkung berbeda). Maka ryan mencoba mencari perhitungan gaya reaksi akibat beban-beban yang diberikan pada balok lengkung, dengan menggunakan analisis pada program struktur SAP 2000.Sehingga dapat diperoleh seberapa jauh perbedaan perilaku balok lengkung dan balok lurus tersebut, saat menerima beban-beban (baik luar maupun sendiri).
“Dosen dan pegawai jurusan Teknik Sipil sangat mendukung, mendorong dan banyak membantu dalam menunjang kemajuan saya dan teman-teman lain di teknik sipil, cara menyampaikan ilmu kepada mahasiswa sangat mudah dipahami dan sangat berkualitas” tutur Ryan saat ditanya kesan yang terbangun selama studi di Itenas.
Oke, deh akan saya lengkapi profil mahasiswa cum laude lainnya, hehehe, uda mulai mau masuk kelas nihh (nyuri2 waktu buat posting tulisan, hahaha)
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .







Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed