Jika Aku Menjadi…
Jika Aku Menjadi… adalah salah satu realiti show di salah satu stasiun televisi (TRANS TV), setelah melihat beberapa episode yang pernah ditayangkan, saya sempat berpikir dan memposisikan diri jika saya ditanya, jika kamu dilahirkan kamu mau jadi apa, trus jika berandai-andai kamu ingin menjadi seorang apa??
Pernah saya mendapat pertanyaan dari teman saya, Jika harus memilih menjadi politisi atau seniman kamu mau milih mana? Trus saya jawab, yang akan saya pilih adalah keduanya. So, melihat peran dari kedua pilihan sama-sama penting. Menjadi seniman dalam melangkahkan kaki kehidupan tak lepas dari adanya nilai seni yang kerap melibatkan hati, emosi dan pikiran. Tidak sedikit mimpi, ide, harapan dan gagasan dari seorang seniman terlontar untuk menciptakan perubahan positif bagi dirinya maupun orang lain. Namun keberadaan mereka seolah tak dianggap oleh masyarakat karena penampilan mereka yang terkesan urakan.
(iya ga seeh?)
Lain halnya dengan politisi, penampilan yang serba mewah dan kekuasaan yang diperoleh membuat keberadaannya diakui oleh masyarakat. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah baik itu dalam bentuk Undang-undang maupun peraturan, dalam realita kehidupan banyak yang tidak terealisasi. Itu artinya yang dibutuhkan seorang politisi adalah pelibatan hati, emosi dan pikiran dalam membuat kebijakan sehingga tidak merugikan orang banyak.
Nah, Apabila saya memerankan tokoh dari kedua peran di atas maka yang akan saya lakukan adalah memanfaatkan kekuasaan yang dimiliki seorang politisi untuk membangun mimpi-mimpi anak Indonesia. Seperti yang kita ketahui anak meruapakan tunas penerus cita-cita bangsa. Membangun mimpi anak Indonesia melalui realisasi yang nyata dan merata dari Undang-undang Perlindungan Anak No.23 Tahun 2002 (UUPA No,23 Tahun 2002). seperti hak untuk mendapatkan pendidikan gratis, identitas berupa akta secara gratis, sarana bermain dan belajar yang mudah diakses, memberikan perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi, penelantaran serta memberikan akses bermain dan belajar untuk anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus guna membangun masyarakat yang inklusi.

Membangun sarana dan prasarana bermain dan belajar untuk anak menjadi tujuan utama ketika saya memiliki kekuasaan yang identik dengan adanya uang. Diharapkan dengan adanya tempat untuk mengemukakan pendapat, keinginan, harapan, ide, gagasan dan bentuk partisasi lain menjadikan bakat dan potensi anak bisa tersalurkan. Selanjutnya bagaimana kita melatih para calon pemimpin masa depan ini dengan pendidikan yang menomor satukan kejujuran dan kedisiplinan yang kini jarang terlihat pada pemimpin-peminpin kita.
Sebagai seorang politisi yang memiliki jiwa seni saya akan melibatkan anak-anak dalam pembelajaran pengambilan keputusan, contoh kecil mengajak anak- Indonesia mengunjungi gedung DPR dan membiarkan mereka berekspresi merasakan megahnya gedung, hangatnya kursi DPR yang kerap membuat pemakainya tertidur dan mencoba melakukan advokasi di dalam gedung DPR seperti membahas UUPA No. 23 Tahun 2002. Hal yang sebenarnya mudah dilakukan seorang politisi terasa sulit bagi anak-anak untuk membangun hal itu. Mengunjungi gedung DPR seolah mimpi yang tak pernah tercipta. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membangun kreativitas anak dan jiwa kepemimpinan. Tinggal bagaimana kita mengakses keberadaan mereka.
3 comments Februari 12, 2009
sebuah penantian

Subhanallah, saya tidak tahu apakah di bulan maret mendatang akan menjadi kado spesial yang pernah kudapatkan atau sebaliknya. Masih terlintas jelas bagaimana perasaan saya ketika Kang Doel (orang dari Mizan) pada bulan Desember 2008 mengatakan kalau buku autobiografi saya akan rilis Januari 2009. Tapi sampai akhir Januari 2009 belum ada kabar tentang keberlajutan tentang Buku itu. Pikiran saya mulai menjauh untuk berharap kapan buku itu akan rilis, bahkan saya mulai tidak peduli apa buku itu akan diterbitkan atau tidak. Karena saya sadar diri ini masih belum ada apa-apa untuk dibagi kisah ceritanya. Tapi terakhir awal-awal bulan Februari pihak Mizan mulai menelpon saya, dan saya disuruh datang ke kantor Mizan untuk pemotretan (cie iela gaya Luww) di cover, perasaan saya jadi semakin yakin kalau ternyata buku ini benar-benar akan rilis. Subhanallah. Dari Kang Doel memberi kabar kalau tidak ada halangan lagi bulan Maret akan rilis. Sudah tidak sabar. Kalau benar bulan maret jadi terbitnya, itu akan menjadi kado terbesar yang pernah saya dapatkan seumur hidup ini di hari ulang tahun saya 8 Maret.
Oya, untuk teman-teman yang mengenal saya, ada space kosong di Buku autobiografi ini, dan saya harap teman-teman mau memberi sedikit commend tentang diri saya (space commend dari teman-teman ini adalah permintaan dari Mizan, yang akan ditampilkan entah itu dicover buku ataupun di halaman pertama), kalau tidak keberatan commend teman-teman tentang saya ditunggu di email ini ya ardhanst@yahoo.co.id
Oke, minta doanya ya…
5 comments Februari 10, 2009
penuh makna dalam kebersamaan
waktu terasa semakin berlalu
tinggalkan cerita tentang kita
akan tiada lagi kini tawamu
tuk hapuskan semua sepi di hati
ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka, saat kita tertawa
teringat di saat kita tertawa bersama
ceritakan semua tentang kita
Kegiatan-kegiatan kemarin di Kupang-NTT dan Palu-Sulteng da terakhir di Jakarta menjadi sebuah kenangan yang tak penah terlupakan, bisa bertemu dengan teman-teman yang sangat luar biasa dan memberi warna baru dalam hidup ini adalah sebuah anugraH yang ,,, subhanallah dehh. Keberadaan saya sekarang di Bandung terus menyisakan cerita mereka. Tak pernah sebelumnya saya merasakan perasaan yang begitu kangen dengan situasi waktu itu, andai saja ada hal yang bisa mengembalikan kembali memori indah itu untuk terulang kembali esok ataupun lusa.
Tapi, kenapa ya? dalam keramaian yang ada hari ini di Bandung diri ini masih saja terasa SEPI, tak ada sahabat atau pun keluarga yang mampu mengisi kekosongan hati dan pikiran ini, namun terasa penat. O, entahlah sampai kapan perasaan ini akan terganti seperti rasa suka cita yang sempat aku dapatkan kemaren sore di Kupang, Palu, Jakarta.
Add comment Januari 31, 2009
catatan sahabat,
Berikan yang terindah untuk persahabatan, jika dia harus tahu musim surutmu biarlah dia mengenal pula musim pasangmu. Sebab apa makna persahabatan jika sekedar mengisi waktu senggang ? Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu !
Siapa yang menyangka 5 hari saya di Palu bisa terdampar di tengah orang-orang yang over lebaii, latah, stress, gookiel, pokonya yang mampu membuat saya sulit untuk melupakannya. Bahkan jika boleh meminta saya ingin kembali terdampar di tengah ke aNeWhan mereka. Sebuah pertemanan yang solid, kompak dan kritis saya temukan di sana, tepatnya di sebuah sekolah yang konon katanya ANGKERRrr (bukan saya lho yg mengatakannya), bahkan seBuah sekolah yang mempunyai sang aktris kawakan yg membuat kenapa sekolah itu banyak cerita misterinya, hohoho, lebaiikan??? (itu juga bukan saya yang mengatakan) Penasaran siapa dibalik itu semua??? Siapa ya yang membuat sekolah itu tampak menjadi momok menakutkan dengan sejuta problematika???
Menurut kesaksian orang-orang yang ngaku punya resep buat pintar hanya dengan minum Tolak Bodo, mengatakan sekolah itu serem semejak kasus siswi bernama Rose (bukan saya lho yang ngomong). Padahal menurut pandangan saya yang membuat sekolah itu seram dan angkerr justru karena kehadiran orang-orang yang supeer lebaii, Mo tau orangnya siapa? Trus, penasaran apa nama sekolah tempat mereka belajar???
SMA Negeri 2 Palu lah yang memiliki sejuta cerita seputar kelebaiian dari sebuah tim yang solid. Seperti
IdHaR,
coWo yang narsist n goOkiel sedikit Latah ini adalah tukang huru hara yang bisa menyebabkan seantero sekolah dibuat Geger, gimana ngga, setiap ada tuh anak pasti minta games Jujur or Berani, kagak tanggung-tanggung sanksi ktika kalah dari games tersebut sangat Overr yang membuat sport jantung, sejam dua jam dengan dia hanya mampu mengkontaminasi pikriran saya yang lugu ini (hahaha, emang bener kok
RizaL,
nah, ini dia anak yang sering kena bahan ledekan dari kawan-kawan mereka, tapi yang anehnya tuh anak nyantai aza lagi ketika diledekin ma kawan-kawannya, SaLUddd dehh buat izaLL. Ga kalah lebaii dari idhar, izaL yang bawaanya cooL mampu membuat orang-orang terpaku n terpana karena ke… ke… ke… ke… apa ya??? KesTresannya kalii… hehehe,
Anton,
Gimana Mas, udah minum Tolak Bodonya??? sie Pendaki yang senang berpetualang ini memang pantut diacungi jmpol, cara dia berempati dengan masyarakat dan bergaul patut dicontoh, candaannya yang GUARIIINKK hanya mampu membuat ketwa teman-temannya terlihat sumbing, hehehe, GudLak ya Pak Ketua Forum Pelajar Peduli Perdamaian dan Kemanusiaan Sulteng. Semangat okaiii???
Andry,
Mr. Biggest ini bawaannya dingin, nyantai, cool man, ga seru kalo ga da Loe, Kehadirannya emang selalu dijadikan bahan Kekerasan Hak Asasi Manusia, hahaha, tapi saluudnya tuuuh anak kagak pernah protesss, kadang-kdang gokiel, narsiss dan serta lebbaii
Fickry,
COwo kalem ini selintas emang sedikt pendiam, nah diamnya itu yang membuat ceWe seperti Vita mampu dibuat kelepek2,, (bener ga sehh?), Menurut pengakuannya sungguh luar biasa bagi dirinya bisa ngobrol langsung dan photo bareng dengan Bapak Wakil Walikota Palu saat di Kemah Pelajar, tapi ngomong-ngomong photonya masih ada Mas? Oya, kapan-kapan kalau saya ke Palu lagi, saya boking jadi Manager plus supirr ya,, hehehe…. justkidding
Ana
Cewe berjilBaber ini punya segudang prestasi, bawaanya yang terkena vyrus djogja masih dijadikan guyonan diantara kawan-kawannya. Salud deh buat Ana, btw kapan negh bisa ngumpul gila-gilaan lagi, ditunggu di Bandung ya. siap-siap terkena vyrus lebaaii. kagak ada lu kagak rame mba…
Nah, itu selintas profil teman-teman SMA Negeri 2 Palu yang menggegerkan sekolahnya karena ke overan mereka. yang bikin salut dari mereka adalah kekompakan dan rasa selalu ada kapan dan dimanapun, Hiks, jadi iri, karena blum pernah saya mempunyai teman yang rela nganter buat jalan-jalan keliling Palu, datang di Kemah pelajar hanya untuk share dengan saya padahal tidak termasuk peserta, dan gila-gilaan di pinggir Pantai Taman Ria, ngamen so uchuL (so lucu), bikin huru hara di hotel tengah maLam menuju pagi, dan yang membuat saya termehek-mehek (lebaii), saat mereka rela meluangkan waktu untuk bangun pagi padahal semalaman bergadang hanya untuk mengantar saya ke Bandara Mutiara. ooo,,, so sweet, kenapa sih saya ga tinggal di Palu saja, punya teman seperti mereka yang selalu ada kapan pun, kanapa di Bandung ga ada? Kenapa kalian semua ga tinggal di Bandung saja? hahaha,,
Oya, maaf kalau ada yang salah dalam pendeskripsian nama n sifat, sowry photo-photo yang wktu tu diambil saat di pantai dan di hotel, semuanya ilang di camera digital saya. ke format euy, makanya saya coba cari-cari photo2 kalian melalui friendster za, oya saya minta photo2 kalian lebih banyak dan kirimkan lewat email ya (ardhanst@yahoo.co.id)
Dalam persahabatan yang tanpa kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama menyimpan keutuhan. Ketika tiba saat perpisahan, jagan kalian berduka, sebab apa yang kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta kasih yang masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang ditebarkan keudara – hanya menangkap kekosongan semata.
Seorang sahabat akan mengisi kekuranganmu bukan keisenganmu. Dan dalam kemanisan persahabatan, biarkanlah ada tawa ria kegirangan, berbagi duka dan kesenangan. Sebab dalam rintik lembut embun, hati manusia menghirup fajar yang terbangun, dan mendapatkan kesegaran gairah kehidupan
5 comments Januari 7, 2009
Sebuah Catatan Pelajar Sulawesi Tengah
Saya tak pernah ragu dengan kekuasaan Tuhan,
saya juga tak akan pernah ragu dengan semua kesempurnaan yang Tuhan berikan kepada manusia,
apa yang saya dapatkan kemarin, hari ini dan lusa adalah anugerah yang begitu luar biasa.
Empat hari kemarin adalah waktu yang terlalu singkat untuk dilalui, semua terjadi karena begitu banyak aktifitas yang membuatku terlena dalam sebuah pendewasaan. Kemah Pelajar Pejuang Perdamaian dan Kemanusiaan se Sulawesi Tengah (3-6 Januari 2009) memberikan warna baru untuk para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut. Ekspresi kagum, apresiated, care, solid, empati dan persaudaraan begitu kental terasa disana. Kegiatan selama 4 hari itu menghasilkan sebuah rekomendasi dan deklarasi Pelajar Sulteng. Rekomendasi dan deklarasi itu tentu tidak akan muncul tanpa adanya sebuah komunikasi dari pelajar itu sendiri. Observasi ke lapangan untuk meng assesment sebuah problematika di masyarakat dilakukan oleh peserta kemah pelajar se Sulteng, tujuannya tentu membuat para peserta menjadi lebih mengenal realita kehidupan di masyarakat, tidak hanya mengenal tetapi diharapkan muncul sebuah kepekaan untuk bisa menjadi solusi dari masalah yang ada. Keberadaan saya di sana menjadi sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan, mungkin butuh seumur hidup buat melupakannya, kegokilan dan keunikan para peserta membuat saya sangat betah berada di sana. Berat rasanya saya harus meninggalkan teman-teman yang luar biasa, tapi harus bagaimana lagi.
Teman-teman, pesan saya terus berjuang dan semangat untuk melakukan perubahan di masyarakat. Kagak penting Eksistensi yang penting Kontribusi. terima kasih untuk semuanya yang telah memberi sebuah hari-hari yang baru yang tak akan terlupakan.
Add comment Januari 7, 2009
tulisan pertama di bulan pertama

Alhmdulillah ini hari pertama saya berada di Palu, cukup melelahkan perjalanan dari Bandung-Jakarta-Surabaya-Makasar-Palu. Kegiatan Kemah Pelajar akan dimulai nanti sore (3 Januari 2009). Belum banyak cerita yang bisa saya bagi, kebetulan aja ada waktu free sblum saya dan temn2 dr Maarif Institut terjun ke lokasi kegiatan. Jadi saya bisa keliling-keliling dulu cari Warnet buat ngisi-ngisi waktu buka Email, Blog, Friendster. Palu daerahnya sangat indah, view bebukitan dan pantai emang mempesona. Ada perubahan jadwal dari kegiatan yang sebelumnya saya sampaikan, ternyata kegiatan berlangsung dari tanggal 3 sampai 6 Januari 2009, insya allah tanggal 7 saya udah balik ke Bandung.
Sampai hari ini saya masih kontak-kontak dengan para pelajar di NTT, Saya sangat apresiated ma para pelajar di Kupang- NTT. hari ini (3 Januari 2009) teman-teman di sana yang sempat ikut kegiatan kemah pelajar akan berkumpul untuk membicarakan pembuatan Forum Anak di Kupang. Semangatnya perlu diacungi jempol. Ya, itulah kenyataan yang seharusnya, setelah kita mendapatkan motivasi, penyadaran, dan pelatihan, pola pemikiran realitiaslah yang diperlukan, suatu gerakan yang tidak sekedar mimpi tapi power yang dibarengi tindakan untuk meciptakan mimpi tersebut. Oke deh gudLak ya Sobat-sobat di Kupang, NTT sana.
Mantapkan langkah, buat perubahan!!!
Lebih Peka Lebih Peduli Jadi Solusi!!!
BE STRONG & KEEP FIGHT ..!
2 comments Januari 3, 2009
Liburan Sekolah

Untuk ke tiga kalinya Maarif Institut for culture and humanity mengajak saya untuk share dengan para pelajar di Indonesia, pada kesempatan ini saya diajak untuk bisa berbagi dengan para pelajar se Sulawesi Tengah di Palu. Tepatnya tangggal 2 Januari 2009 insya allah saya sudah berada di Palu – Sulteng sampai tanggal 10 Januari 2009. Kebetulan dari tanggal 1-11 saya masih libur sekolah, sekalian liburan dan mencari pengalaman baru. Seperti kegiatan di Nusa Tenggara Timur saya diajak untuk menjadi fasilitator di acara Kemah Pelajar ini. Semoga semangat pelajar Sulawesi Tengah sama dengan semangat yang saya temukan di Nusa Tenggara Timur. Semangat para pelajar yang mempunyai visi dan misi yang sama, yaitu membangun dan berupaya memasyarakatkan Hak Asasi Manusia (HAM).
ya mudah-mudahan apa yang saya harapkan dalam 10 hari mendatang di Palu bisa terealisasi, tidak muluk-muluk sih minimal para pelajar di Sulteng mampu memahami dan membangun Hak Asasi Manusia dan beruapaya untuk tidak melakukan pelanggaran HAM.
Oke deh, saya akan update terus kegiatan saya selama di Palu, mohon doanya ya mudah-mudahan diberi kelancaran selama kegiatan berlangsung.
4 comments Desember 30, 2008
Ada Semangat di Nusa Tenggara Timur
Seminggu sudah saya berada di Nusa Tenggara Timur tepatnya di Kupang. Ada semangat yang berbeda yang saya temukan di pulau yang nyaris terlupakan itu. Tahun 1999 berpisahnya Timor timur dengan Indonesia ternyata menimbulkan sejuta cerita yang saya temui di sana. Bersama 40 pelajar se Nusa Tenggara Timur saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa. 40 pelajar yang berasal dari berbagai daerah di NTT ternyata memiliki segudang semangat yang besar dalam berupaya melakukan perubahan di Nusa Tenggara Timur, pelanggaran HAM dan kekerasan terhadap anak adalah isu utama kenapa kita berada di sana. Kegiatan yang bertajuk ‘kemah palajar pejuang perdamaian dan kemanusiaan – Absolutely we’re super man n woman’ menghasilkan sebuah deklarasi pelajar pejuang yang menginginkan sebuah perubahan terhadap sikap pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua untuk bisa memahami HAM dan Kepentingan terbaik bagi anak. Tentunya menghasilkan suatu harapan yang mendapat respon positif dari hasil deklarasi tersebut. Salah satu point dari deklarasi tersebut adalah memohon pemerintah untuk memberikan wajib belajar 12 tahun secara gratis, akta kelahiran gratis, sarana-prasarana kesehatan dan pendidikan yang mudah dijangkau, pemerintah dan masyarakat melakukan sosialisasi tentang HAM dan tidak melakukan pelanggaran HAM, memohon pemerintah untuk menyediakan sarana dan prasarana kehidupan (air, listrik) yang mudah diakses dan merata dan lain-lain yang semuanya ada 24 point. Deklarasi itu muncul tanpa adanya intervensi dari orang dewasa.
Nusa tenggara timur sebenarnya kaya akan budaya. Namun globalisasi yang lebih banyak efek negatifnya ketimbang kontribusi perubahan positif yang bisa diambil, seolah mampu melupakan aset-aset yang luar biasa yang sebenarnya bisa dikembangkan seperti objek-objek wisata, karajinan tangan dan lain-lain.
Semangat yang hebat, luar biasa dan tidak bisa ditemukan di daerah lain saya temukan di NTT. Pelajar NTT sebenarnya jauh lebih hebat dengan pelajar-pelajar di kota-kota maju, sayangnya mereka tidak diberi kesempatan yang sama, pembangunan yang tidak merata, kasus korupsi di NTT yang sangat besar sehingga mampu menepati posisi ke 3 korupsi yang sering terjadi di Indonesia, menjadi kendala utama di sana. Padahal Pelajar NTT yang cukup ramah, pandai berargumentasi, percaya diri, mmm pokoknya luarr biasa.. saya temukan di sana. Menjadi fasilitator di sana adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga, respon yang positif yang saya dapatkan di sana membuat saya semakin semangat lagi untuk berjuang dan berjuang menegakkan HAM.
semoga apa yang telah diikuti oleh 40 pelajar di kegiatan tersebut mampu memberi motivasi untuk melakukan perubahan positif ke masyarakat, mampu memberikan pemahaman tentang HAM ke teman sebayanya dan terus bersemangat untuk membangun dan memasyarakatkan hak anak dan hak asasi manusia.
sukses sobat-sobatku!
(semuanya bisa dibaca di Harian Umum Post Kupang, 22 November 2008 dan Timor Exspress, 22 November 2008)
5 comments Desember 23, 2008
Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu
Seiring jejak kakiku bergetar
Aku tlah terpaku oleh cintamu
Menelusup hariku dengan harapan
Namun kau masih terdiam membisu
Sepenuhnya aku…ingin memelukmu
Mendekap penuh harapan…tuk mencintaimu
Setulusnya aku…akan terus menunggu
Menanti sebuah jawaban tuk memilikimu
Betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
Semoga kau tau isi hatiku…
Dan seiring waktu yang terus berputar
Aku masih terhanyut dalam mimpiku
Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu
(Padi – Menanti Sebuah Jawaban)
2 comments Desember 15, 2008







































